Event Smalazone Viral di Sosmed, Begini Kata Kepala Sekolah SMAN 5 Purwokerto
Halaman depan SMAN 5 Purwokerto. Sekolah negeri di jalan Gereja Purwokerto tersebut tengah dilanda berita miring perihal penggelapan dana event sekolah.-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAs.CO.ID - Kepala Sekolah SMAN 5 Purwokerto Erlien Retnoviyanti, angkat suara perihal dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh siswanya dan belakangan ramai menjadi perbincangan di jagat maya. Persoalan tersebut ia tegaskan, murni karena adanya kelalaian dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
Erlien menjelaskan, setiap tahun SMAN 5 Purwokerto mempunyai program tahunan dalam rangka menyemarakkan ulang tahun sekolah yang jatuh pada tanggal 5 September.
"Peringatan hari ulang tahun sekolah dan memang ikon di sekolah kami itu namanya Smalazone. Kegiatan ini oleh Osis itu sudah dirancang cukup lama, karena memang tidak ingin nanti biaya itu memberatkan sehingga ada proses-proses yang sangat sistematis dan oleh anak-anak juga juga selalu di apa namanya disampaikan permohonan izin untuk mengadakan ini," kata dia.
Ia menuturkan, acara yang digelar 6 September lalu itu berjalan sukses dan meriah.
BACA JUGA:Kejari Kebumen Periksa Dua Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Wotbuwono
"Namun paska kegiatan itu ada hal yang membuat kami itu terkejut begitu ya, ternyata ada biaya yang masih belum terbayarkan, ada kekurangan," ujarnya.
Kemudian pihaknya segera melakukan penelusuran, dan ditemukan ada kekurangan biaya sehingga pihak sekolah juga melakukan konfirmasi.
"Lalu dari pihak orang tua juga datang ke sekolah untuk kemudian juga minta untuk bisa mengklarifikasi ini. Kemudian kami lakukan mediasi itu di hari Senin lalu, disitu orang tua mengakui bahwa anaknya ini memang lalai karena anak ini kan berproses ya belajar untuk menghandle sebuah event itu juga proses yang tidak mudah," jelasnya.
Untuk biaya yang belum terbayarkan ia sebut, ialah sewa panggung sebesar Rp 19 juta dan banner Rp 577 ribu.
BACA JUGA:Vonis Lima Terdakwa Kasus Korupsi Jembatan Merah Lebih Rendah dari Tuntutan
"Kemudian ini ada kelalaiann itu sudah diakui, lalu dari orang tua sudah bertanggung jawab dengan mengganti kekurangan itu," jelasnya.
Ia juga menyampaikan, jika anak yang bersangkutan itu sudah mengundurkan diri dari jabatan Ketua OSIS.
"Kondisi anak pekan pertama sempat dirawat opname. Kalau kemarin yang Senin Selasa, berangkat ya, tapi kemudian Rabu Kamis, Jumat tidak berangkat. Kami hari ini belum mengecek lagi," jelasnya.
Lanjut, pihaknya dalam penyelenggaraan event tersebut sudah melakukan pendampingan. Tetapi, dalam proses penyelenggaraan kegiatan, dana OSIS yang seharusnya dikelola oleh bendahara justru dikelola oleh Ketua OSIS.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

