Ini Dia Prospek Saham PACK Pasca Rilis Rencana Right Issue Disertai OWK, Menjadi NEXT PANI?
Ini Dia Prospek Saham PACK Pasca Rilis Rencana Right Issue Disertai OWK, Akankah Menjadi NEXT PANI--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Perbincangan saham selalu menjadi titik aset berharga di dunia perekonomian bangsa yang menunjukkan mutu dan kualitas produk serta ketertarikan investor.
Salah satu kabar terbaru yakni dari Saham PACK yang mengumumkan aksi right issue dengan tujuan memindagkan asset CNGR ke Perseroan.
Dalam kondisi seperti ini dapat dilakukan penarikan saham PACK jelang aksi tersebut bahkan sampai mencapai 35 miliar lembar saham.
Adanya pengalihan aset CNGR ke PACK memperoleh titik terang sejalan dengan rencana PACK dalam melakukan obligasi wajib konversi (OWK) berlangsung memenuhi skema right issue sebagai akuisisi entitas tambang nikel milik Grup Hanking.
BACA JUGA:IHSG Pecah Rekor Baru, Saham Blue Chip dan Asing Jadi Penggerak
BACA JUGA:Saham CUAN Sebesar 0,88 Berhasil Prajogo Pangestu Jual, Inilah Pengaruh Terhadap MSCI!
Beberapa efek atas aksi OWK kepada saham PACK serta prospek emiten PACK kedepannya akan dibahas di artikel ini, Simak selengkapnya!
Saham PACK dengan Sistem Obligasi Wajib Konversi
Rencana PACK dalam mengumumkan penerbitan obligasi wajib konversi kepada pemegang saham eksisting dengan adanya skema right issue sebagai jalan adanya kepemilikan saham sesuai dengan harga pelaksanaan yang ditentukan.
Dalam penerbitan obligasi Perusahaan akan mencari calon investor yang ingin menaruh aset tersebut kepada Perusahaan yang dipilihnya.
Adanya obligasi wajib konversi di PACK ini memberikan kesempatan Perseroan yang telah memiliki pembeli dengan dilengkapi skema right issue. Sehingga seluruh pemegang saham PACK mendapatkan hak obligasi wajib konversi.
BACA JUGA:Saham COIN dan FUTR Menguat Saat IHSG Naik ke Level 7.560
BACA JUGA:Rebalancing MSCI Dijadwalkan 7 Agustus, Ini 4 Saham yang Diincar Mirae
Dari pihak PACK mengumumkan adanya obligasi wajib konversi ini akan menjadi saham baru Perseroan sebanyak 35 miliar lembar saham. Jumlah inilah meningkat sebanyak 30 kali lipat dari total saham kini sebanyak 1,5 miliar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

