IHSG Pecah Rekor Baru, Saham Blue Chip dan Asing Jadi Penggerak
IHSG Pecah Rekor Baru, Saham Blue Chip dan Asing Jadi Penggerak--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak tajam pada perdagangan sesi pertama Kamis (14/8/2025), mencetak rekor harga tertinggi baru. Kenaikan ini mencapai 0,93% atau setara 73,07 poin, membawa IHSG ke level 7.965,98, bahkan sempat menyentuh 7.973,98 intraday.
Saham-saham blue chip dan emiten milik konglomerat menjadi motor utama penggerak indeks hari ini. Dorongan kuat ini membuat IHSG mendekati level tertinggi sepanjang masa yang pernah dicapai pada September 2024.
Rekor harga penutupan IHSG sebelumnya berada di 7.905,39 pada 19 September 2024, sedangkan rekor intraday tercatat di 7.910,56 pada hari yang sama. Pencapaian hari ini membuktikan adanya dorongan positif dari berbagai sektor perdagangan.
Sebanyak 336 saham menguat, 263 melemah, dan 198 stagnan, dengan total transaksi mencapai Rp 10,14 triliun. Volume perdagangan tercatat 23,39 miliar saham dalam 1,22 juta kali transaksi, menandakan aktivitas pasar yang ramai.
BACA JUGA:Revitalisasi Pasar Hewan Sulit Terealisasi Tahun Ini, Bakal Diusulkan Tahun 2026
Sektor dan Saham Penggerak IHSG
Nyaris seluruh sektor perdagangan mencatat kenaikan, dipimpin oleh sektor teknologi, energi, dan utilitas. Hanya sektor finansial dan properti yang mengalami pelemahan tipis pada perdagangan hari ini.
DCI Indonesia (DCII) kembali menjadi penggerak utama IHSG usai suspensinya dicabut, menyumbang 32,96 poin setelah naik 10% ke Rp 336.675 per saham. Saham Grup Sinar Mas, DSSA, juga menguat 5,02% ke Rp 92.975 per saham dengan kontribusi 17,15 poin.
Telkom Indonesia (TLKM) mencatat kenaikan 5,66% ke Rp 3.360 per saham dengan sumbangan 20,51 poin. Sejumlah emiten milik konglomerat seperti BREN, BRPT, ICBP, dan AMMN turut menjadi motor penggerak indeks.
Emiten teknologi dan media EMTK, farmasi KLBF, serta konsumer UNVR melengkapi daftar sepuluh besar penggerak IHSG. Kembalinya investor asing ke pasar menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan indeks.
BACA JUGA:Jelang HUT RI ke-80, Calon Paskibraka Purbalingga Potong Rambut Bersama
Dorongan dari Investor Asing
Asing mencatat net buy Rp 1,52 triliun di pasar reguler pada perdagangan kemarin. Dalam sepekan terakhir, arus modal asing juga mulai kembali masuk setelah sebelumnya didominasi aksi jual.
Pasar Asia-Pasifik bergerak bervariasi di tengah ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat bulan depan. Investor juga menanti rilis data ketenagakerjaan Australia yang diperkirakan positif.
Kondisi Pasar Regional
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,31%, sementara Topix melemah 0,64% pada pagi hari waktu Singapura. Korea Selatan mencatat penguatan Kospi 0,39%, sedangkan Kosdaq stagnan, dan S&P/ASX 200 Australia naik 0,49%.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

