Banner v.2

Hapus Stigma Terafiliasi Jamaah Islamiyah, Ponpes Nurul Huda Gelar Upacara Bendera HUT ke 80 RI

Hapus Stigma Terafiliasi Jamaah Islamiyah, Ponpes Nurul Huda Gelar Upacara Bendera HUT ke 80 RI

Upacara bendera di Pondok Pesantren Nurul Huda.-Aditya/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Mencoba menghapus stigma masyarakat sebagai pondok pesantren terorisme, Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, melaksanakan upacara bendera dalam rangka HUT ke 80 Republik Indonesia tahun 2025, Minggu, 17 Agustus 2025.

Diketahui, pondok pesantren tersebut, merupakan pondok pesantren eks Jamaah Islamiyah, yang terduga sebagai pelaku sejumah aksi terorisme di tanah air selama ini. Kegiatan serupa juga dilaksanakan di sejumlah daerah lainnya di Jawa Tengah.

Kasubdit Pengembangan Akademik PTKI Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Dr Imam Bukhori MPd dalam amanatnya mengatakan, pihaknya mengajak peserta upacara untuk menimati kemerdekaan Republik Indonesia. "Karena tanpa kemerdekaan kita tidak bisa hidup memperjuangkan agama," katanya.

Dia meminta kepada peserta upacara harus mempertahankan kemerdekaan dari ancaman luar maupun dalam negeri. "Karena itu mari kita merdekakan negara ini dari ancaman tersebut," lanjutnya.

BACA JUGA:3 Provinsi, 22 Terduga Teroris, Tiga Pekan 44 Jaringan Jamaah Islamiyah Ditangkap Densus 88 Antiteror

Menurutnya, Republik Indonesia harus dijaga dan jangan sampai terpecah belah. "Mari kita kuatkna ukhuwah dan tetat bersaudara dan apapun agama, ras dan golongannya kita semua tetap bersaudara," ujarnya.

Cara mensyukuri kemerdekaan, menurutnya adalah dengan cara isi kemerdekaan ini dengan siapkan kemampuan untuk mengambil peran di kehidupan dan menerapkan di lingkungan. Dia mengajak mengabdikan kompetensi dan ilmu untuk kesejahteraan agama, nusa dan bangsa.

"Ketika kita hidup beragama, itu juga kita hidup dalam bernegara dan pelaksanaan upacara ini merupakan kehidupan berbangsa dan bernegara, katanya.

Dia menjelaskan, agama dan negara bagaikan saudara kembar dan pokok dasar dalam kehidupan adalah agama, serta negara sebagai penjaga agama. Ketika negara tidak aman sudah dapat dipastikan maka agama pun tidak akan aman.

BACA JUGA:Baznas Banyumas dan Densus 88 Gelar Obrolan Santai Bahas Anti-Terorisme

"Cinta NKRI adalah bagian dari iman itu sendiri dan musuh bersama kita adalah korupsi karena korupsi sudah memporakporandakan negara ini, kemudian narkoba, dan media sosial yang bisa membuat kebodohan," imbuhnya. (tya)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: