Banner v.2

Perbandingan Keiritan Konsumsi BBM Honda Brio vs Toyota Agya

Perbandingan Keiritan Konsumsi BBM Honda Brio vs Toyota Agya

Adu irit Honda Brio vs Toyota Agya--

RADARBANYUMAS.CO.ID - Honda Brio dan Toyota Agya merupakan dua pilihan mobil populer di Indonesia. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing yang menjadi daya tarik untuk para konsumen.

Melihat sederet perbandingan di antara Honda Brio dan Toyota Agya, salah satu aspek yang cukup sering jadi perhatian adalah tingkat keiritannya. Seperti diketahui, kedua mobil ini dikenal memiliki efisiensi bahan bakar yang cukup baik. 

Lantas, mana sebenarnya yang lebih irit di antara Honda Brio dan Toyota Agya? Berikut ulasannya yang bisa disimak.

BACA JUGA:Duel Hatchback 2025: Honda Brio RS CVT vs Toyota Agya GR Sport, Ini Kelebihan Masing-Masing

Honda Brio vs Toyota Agya Mana Lebih Irit?

Tingkat keiritan sebuah mobil umumnya dipengaruhi beberapa faktor. Selain kondisi mesin, ada pula aspek lain yang ikut berpengaruh, seperti gaya berkendara pengemudinya. 

1. Konsumsi BBM Honda Brio

Sebagai contoh, diambil Honda Brio RS dengan mesin 1.2L i-VTEC. Mobil ini punya perkiraan tenaga 89 dk dengan torsi 110 Nm.

Pada beberapa uji internal dan laporan sejumlah pengguna, Brio RS mampu mencatat konsumsi bahan bakar sekitar lebih dari 16 km/liter untuk rute dalam kota. Sedangkan penggunaan jalan tol, estimasinya bisa lebih dari 22 km/liter.

BACA JUGA:Bawa Pulang Honda Brio RS dengan Cicilan Mulai Rp4 Jutaan per Bulan, Cek Skema Kreditnya di MUF

2. Konsumsi BBM Toyota Agya

Beralih ke Agya, mesinnya masih menggunakan 1.2L. Tenaga yang dihasilkan sekira 88 PS dengan torsi 113 Nm.

Menyoal konsumsi BBM untuk penggunaan dalam kota, beberapa pengujian menyebut mobil ini bisa berkisar 16–18 km/liter. Sementara itu, di jalan tol Agya bisa mencapai 22-23 km/liter. 

Secara angka, perbedaan konsumsi bahan bakar Brio dan Agya sebenarnya tidak terlalu jauh. Namun, Agya sedikit unggul berdasarkan perbandingan di atas.

Terlepas dari hasilnya, perbandingan konsumsi BBM sebuah mobil sebenarnya bisa diperdebatkan. Sebab, seperti dijelaskan di awal, tingkat keiritan kendaraan dipengaruhi banyak faktor, termasuk cara berkendara pengemudi dan perawatan mesinnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: