Banner v.2

Revitalisasi Pasar Hewan Sulit Terealisasi Tahun Ini, Bakal Diusulkan Tahun 2026

Revitalisasi Pasar Hewan Sulit Terealisasi Tahun Ini, Bakal Diusulkan Tahun 2026

Pasar Hewan Purbalingga.-Alwi Safrudin/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga memastikan tahun 2025 belum ada program revitalisasi pasar. Kegiatan yang dilakukan hanya sebatas pemeliharaan.

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinperindag Purbalingga, Edy Suwarno, mengatakan usulan revitalisasi akan coba diajukan pada 2026.

"Anggaran untuk revitalisasi pasar cukup besar, sehingga perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," ujarnya.

Untuk Pasar Hewan, menurut Edy, masih sekadar penataan. Pasar yang terakhir direvitalisasi pada 2010 itu masih memiliki banyak los dan kios kosong. Dari luas lahan 4.000 meter persegi, tidak semua area digunakan, terutama los hewan.

BACA JUGA:Kunjungi Pasar Hewan dan Pasar Kutasari, Komisi II Dorong Revitalisasi

Saat ini terdapat 64 kios luar dan dalam, 108 los dan 105 pelataran dengan total pedagang mencapai 455. Pasar hewan ini beroperasi setiap Senin dan Kamis dengan target retribusi Rp200 juta per tahun, berasal dari kios, los, dan pelataran. 

Hasil dialog dengan kepala pasar dan paguyuban, pedagang justru mengharapkan pelebaran los hewan ke arah barat. Pasalnya, kondisi sekarang tidak rata dan masih ada lapak semi permanen.

"Yang paling mendasar saat ini ialah perbaikan sembilan pintu akses pasar serta penambahan penerangan lampu di lingkungan pasar," kata Edy.

Ia menambahkan, pihaknya terus mengupayakan dukungan anggaran, baik dari provinsi maupun pusat. Namun, saat ini tidak ada pos anggaran khusus untuk pasar hewan. Program yang tersedia hanya untuk pasar bertema ketahanan pangan, seperti pasar induk. Sedangkan di Kabupaten Purbalingga tidak memiliki pasar induk. (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: