Harga Naik, Permintaan Kelapa di kebumen Melonjak
Pemerhati kebijakan Kabupaten Kebumen, Achmad Marzoeki--
KEBUMEN - Sejak mahalnya harga Kelapa di pasaran, sebagian masyarakat tertarik untuk menanam pohon kelapa di lingkungan rumahnya.
Hal ini menyebabkan permintaan bibit kelapa di pasaran meningkat tajam. Akibatnya membuat harga bibit kelapa naik dua kali lipat.
Mahalnya buah kelapa, membawa berkah tersendiri bagi para petani bibit kelapa di Kebumen. Ini seperti yang dialami oleh Sutar Warga Desa Prasutan Ambal yang membudidayakan bibit kelapa. Kini pihaknya mendapatkan keuntungan berlipat.
Menurut Sutar, semenjak harga buah kelapa di pasaran naik tajam di pasaran, membuat permintaan bibit kelapa dari masyarakat kini cukup tinggi. Hal ini membuat harga bibit kelapa juga naik dua kali lihat dari sebelumnya.
BACA JUGA:Bupati Kebumen Tinjau Seleksi PPPK Tahap 2
BACA JUGA:UPZ Kemenag Kebumen Salurkan Bantuan Rp 145 Juta
Petani menjual bibit kelapa kini di harga Rp 40 ribu dari yang sebelumnya hanya dihargai Rp 25 per bibitnya. Hanya saja kendala yang dihadapi para petani yakni, semakin langkanya buah kelapa tua yang siap dijadikan untuk bibit.
Kabupaten Kebumen sendiri, memiliki bibit kelapa unggulan yakni kelapa Genjah Entog, yang memiliki keunggulan cepat berbuah. Hal inilah yang menyebabkan bibit kelapa asal Kebumen banyak diburu oleh masyarakat, dari berbagai daerah.
Salah satu Petani Bibit Kelapa Sutar menyampaikan yang membuat mahal yakni barang susah dicari.
"Bahannya ya, sortirannya udah jarang lah. Permintaan tinggi, namun bahannya susah dicari jadi itulah harga jadi naik. Kalau yang bagus Rp 40 ribu lah. umumnya kalau normal itu ya Rp 25 ribu,"ungkapnya.
Disampaikannya, sejak harga kelapa naik, harga bibit melambung. Salah satunya karena minimnya barang.
"Alhamdulillah ini menjadi berkah tersendiri bagi para penyedia bibit kelapa. Sayangnya barangnya juga langka," ucapnya. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

