Banner v.2

Sebagian Jemaah Haji Banyumas Tertahan Di Madinah

Sebagian Jemaah Haji Banyumas Tertahan Di Madinah

Pemindahan jemaah kloter empat dari hotel yg sudah ditempati di sektor lima menuju hotel yang sesuai dengan pembagian syarikah di sektor satu.-KEMENAG BANYUMAS UNTUK RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Sebagian jemaah haji Banyumas masih tertahan di Madinah dan belum dapat meneruskan perjalanan ibadah ke Mekkah.

Data sementara kurang lebih 27 jemaah masih tertahan di Madinah. Terbanyak ada di kloter tujuh dengan 11 jemaah.

Petugas Haji Daerah (PHD) kloter lima Banyumas, Amirudin mengatakan jemaah kloter lima yang tertahan di Madinah dan belum dapat melanjutkan perjalanan ibadah karena sakit ada satu orang. Satu jemaah lainnya merupakan pendamping jemaah yang sakit dan satu jemaah lagi merupakan ketua kloter.

"Ketua kloter tidak kelihatan bersama kami sesampainya di Mekkah. Mungkin karena namanya belum ada di manifest bus," katanya kepada Radarmas, Rabu (14/5).

BACA JUGA:Satu Jemaah Haji Banyumas Dirawat di RS King Salman

Ketua kloter empat, Fathatul Mardiyah mengatakan jemaah kloter empat yang masih berada di Madinah ada dua orang dengan keterangan satu jemaah masih dirawat di rumah sakit dan satu orang tidak masuk manifest bus.

Berangkat dari Madinah pada Minggu (11/5) pagi, 300 lebih jemaah dari Banjarnegara, Banyumas, Semarang dan Sleman beserta petugas terbagi ke 12 bus sesuai syarikah dan diberangkatkan dalam waktu yang berbeda hingga pukul 11.20 WAS.

"Satu jemaah kloter empat yang dirawat di rumah sakit bukan dari Banyumas," terang dia.

Adapun untuk jemaah kloter lainnya yang masih tertahan di Madinah, delapan jemaah kloter enam dengan kasus yang sama, 11 jemaah kloter tujuh karena belum ada namanya di manifest bus dan empat jemaah kloter delapan juga karena tidak ada namanya di manifest.

BACA JUGA:Satu Calon Jemaah Haji Cilacap Dipulangkan Akibat Alami Demensia

Jemaah kloter enam Banyumas, Agus Nuryanto mengungkapkan meskipun sudah berada di Mekkah, dirinya tidak segera mendapatkan kartu nusuk. Nusuk sebagai layanan dari syarikah menjadi semacam identitas sekaligus tiket bagi jemaah dalam mendapatkan akses layanan dan juga dalam aktivitas di setiap tahapan ibadah haji.

"Tanpa kartu nusuk jemaah kesulitan untuk bergerak dalam beribadah," ungkapnya. (yda)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: