Banner v.2

Desa Wisata di Cilacap Ditambah Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Warga

Desa Wisata di Cilacap Ditambah Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Warga

Kegiatan Larungan Jolen di Desa Jetis yang jadi salah satu even wisata di Cilacap.-Rayka Diah Setianingrum/Radar Banyumas-

CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kabupaten Cilacap terus berbenah untuk meningkatkan pariwisata Cilacap. Salah satunya yakni meningkatkan desa wisata. Saat ini, ada 30 desa wisata yang ada di Kabupaten Cilacap. 

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Cilacap, Paiman mengatakan, di tahun 2025 ini, pihaknya akan menambah desa wisata, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kegiatan pariwisata maupun perekonomian masyarakat.

"Seluruhnya masih katagori rintisan. Walaupun ada beberapa desa wisata yang masuk katagori berkembang namun mendasari penilaian empat tahun lalu statusnya masih rintisan," kata dia. 

Paiman menuturkan, sebelum ada penetapan SK baru, 30 desa wisata masih berstatus wisata rintisan. Dia mendorong agar masing-masing pengelola wisata terus berbenah, agar desa wisata semakin menarik dan berkembang.

BACA JUGA:Pemilihan Kakang Mbekayu Purbalingga, Peserta Wajib Promosikan Desa Wisata

BACA JUGA:Kembangkan Desa Wisata Berkeselamatan, Jasa Raharja Luncurkan Program Beta-JR di Desa Karangrejek

Upaya penataan desa wisata juga dilakukan oleh Desa Wisata Karangbanar, Desa Jetis, Kecamatan Nusawungu. Salah satunya membentuk kalender event. 

Kepala Desa Jetis, Muharno mengatakan, pada bulan Mei sampai Oktober 2025 mendatang, sejumlah kegiatan desa wisata telah dibentuk dan direncanakan sedemikian rupa. 

"Mulai tanggal 22-23 Mei ada kegiatan Festival Tari Ledek Gunungan Merdi Bumi, kemudian tanggal 26-27 Mei ada Ritual Kebo Lanang Wayang Kulit. Dilanjut tanggal 2-3 Juli kita akan mengadakan Ritual Merdi Bumi," kata Muharno.

Muharno melanjutkan, pada tanggal 21 Juli akan diadakan kegiatan Festival Larungan Jolen, 17 Agustus Festival Kreasi Anak Desa. Dan pada tanggal 9 Oktober akan diadakan kegiatan Festival Paruk Ubeng Pithu. 

"Lokasi keseluruhannya ada di wilayah desa wisata Jetis. Ini merupakan kegiatan tahunan dan nguri-nguri budaya. Diharapkan dengan event wisata ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar Muharno. 

Muharno mengatakan, pariwisata di desanya juga mengangkat perekonomian masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan status desa miskin ekstrem yang kini sudah tidak di sandang lagi oleh Desa Jetis.

"Perekonomian Desa Jetis Alhamdulillah semakin bagus. Di tahun ini kita sudah tidak masuk desa katagori miskin ekstrem, karena sebelumnya masuk katagori ini," pungkas Muharno.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: