8 Alasan Harga Mobil BMW Bekas Anjlok
BMW iX yang dijual Rp 2,5 Miliar di Indonesia--
RADARBANYUMAS.CO.ID - BMW dikenal sebagai salah satu merek mobil mewah yang memiliki teknologi canggih, desain premium, dan performa tinggi. Namun, meskipun harga barunya cukup mahal, banyak orang heran mengapa harga mobil BMW bekas bisa anjlok drastis dibandingkan dengan harga barunya.
Fenomena ini terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia. Berikut adalah beberapa alasan utama yang menyebabkan harga mobil BMW bekas turun drastis.
1. Depresiasi yang Tinggi
Depresiasi adalah faktor utama yang menyebabkan harga BMW bekas turun tajam. Mobil-mobil mewah seperti BMW umumnya mengalami penyusutan nilai lebih cepat dibandingkan dengan mobil merek Jepang seperti Toyota atau Honda.
Dalam tiga hingga lima tahun pertama, harga mobil BMW bisa turun hingga 50% atau lebih dari harga barunya. Hal ini terjadi karena:
BACA JUGA:Cari Tahu Yuk! Awal Mula Terciptanya Logo Mobil BMW
BACA JUGA:Mobil BMW Bekas di Indonesia: Harga Terjangkau dan Kualitas Terjamin
Status mobil mewah: Konsumen mobil mewah seringkali lebih memilih model terbaru, sehingga permintaan untuk mobil bekas menurun.

Model baru terus bermunculan: BMW secara rutin meluncurkan model terbaru dengan fitur dan teknologi yang lebih canggih, membuat model lama cepat kehilangan daya tariknya.
2. Biaya Perawatan yang Mahal
Mobil BMW terkenal memiliki teknologi tinggi dan sistem mekanis yang kompleks. Hal ini menyebabkan biaya perawatan dan suku cadang BMW cukup mahal dibandingkan dengan mobil dari merek lain.
Selain itu, tidak sembarang bengkel bisa diandalkan. Dan ini tentu menjadi catatan untuk calon pembeli BMW bekas di luar kota-kota besar di Indonesia. Sebab, dealer dan bengkel resmi BMW belum tersedia selain di kota-kota Utama. Beberapa faktor yang membuat biaya perawatan BMW tinggi antara lain:
BACA JUGA:Keunggulan Mobil BMW dari Berbagai Seri, yang Mana Mobil Impianmu?
BACA JUGA:Masih Layak Dibeli! Ini 5 Mobil Bekas BMW yang Tetap Keren di Tahun 2025
Suku cadang orisinal yang mahal: Komponen BMW harus sesuai standar pabrikan, dan harga suku cadangnya tidak murah.
Teknologi canggih: Banyak fitur BMW yang membutuhkan peralatan khusus untuk perbaikan, sehingga tidak semua bengkel bisa menanganinya.
Tenaga ahli terbatas: Mekanik yang mampu memperbaiki mobil BMW umumnya lebih sedikit dibandingkan dengan mekanik mobil Jepang, sehingga biaya jasanya lebih mahal.
Karena itu, banyak calon pembeli mobil bekas yang menghindari BMW karena takut terbebani oleh biaya perawatan yang tinggi.
BACA JUGA:Harga Mobil Bekas Terbaik untuk Anak Muda di 2025
BACA JUGA:Tips Sebelum Membeli Mobil Bekas
3. Persepsi Konsumen
Banyak orang beranggapan bahwa mobil Eropa, termasuk BMW, lebih mudah mengalami masalah seiring bertambahnya usia kendaraan. Walaupun tidak sepenuhnya benar, stigma ini membuat calon pembeli ragu untuk membeli BMW bekas. Beberapa persepsi yang beredar di kalangan konsumen antara lain:
- Mesin lebih cepat bermasalah dibanding mobil Jepang
- Sistem kelistrikan sering mengalami kendala
- Nilai jual kembali yang rendah
Persepsi ini membuat permintaan BMW bekas lebih rendah, yang akhirnya menyebabkan harganya turun.
4. Pajak Kendaraan yang Tinggi
Di Indonesia, mobil dengan kapasitas mesin besar dikenakan pajak lebih tinggi. BMW umumnya memiliki mesin dengan kapasitas di atas 2.000 cc, yang berarti pajaknya juga lebih mahal dibandingkan dengan mobil bermesin kecil.
Ini menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli mobil bekas, karena selain harus menanggung biaya perawatan yang tinggi, mereka juga harus membayar pajak kendaraan yang besar.
BACA JUGA:Jangan Beli Mobil Bekas Sebelum Cek Ini! No. 3 Sering Terlupakan!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

