Banner v.2

Pertama Kali, Paket Makan Bergizi Sehat Tanpa Penyedap Rasa Dibagikan

Pertama Kali, Paket Makan Bergizi Sehat Tanpa Penyedap Rasa Dibagikan

Disaksikan jajaran forkopimda Purbalingga, Siswi di SMAN 1 Kemangkon nikmati makan bergizi sehat.-Amarullah Nurcahyo/Radarmas-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Hari pertama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau saat ini disebut makan sehat bergizi, pada Senin 17 Februari 2025 didistribusikan. Ribuan siswa dari 37 sekolah di Kabupaten Purbalingga mulai menikmati makanan itu tepat jam makan siang.

Saat kunjungan monitoring bersama Forkopimda, Bupati Dyah Hayuning Pratiwi sempat menanyakan kepada petugas masak dan petugas Dinkes soal kandungan masakan.

Ternyata makanan bergizi ini bebas penyedap rasa pabrikan alias vetsin. Sehingga rasanya seperti paket makanan di ruang rawat inap rumah sakit. Namun siswa rata-rata akan terbiasa.

"Harapannya semua lancar hari ini sebagai wujud mendukung program Indonesia emas. Generasi yang sehat dan cerdas," katanya saat di SMA Negeri 1 Kemangkon.

BACA JUGA:Pastikan MBG Layak dan Aman Konsumsi, Dinkes Purbalingga akan Lakukan Uji Organoleptik

BACA JUGA:Jamin Aman Produk MBG, Sejumlah Uji Bakal Diterapkan

Sebanyak 580 paket makanan bergizi sehat itu langsung dilahap siswa di sekolah itu. Mulai dari klas 10, 11 dan klas 12.

Fela siswa Klas 11 SMAN 1 Kemangkon mengungkapkan masih berkenalan dengan rasa seperti ini. Namun rasanya enak. Hari itu ia mendapat menu telur, dan dua jenis sayur serta satu porsi nasi. Semua masuk dalam wadah seperti stainless kotak.

"Ini pas jam makan siang. Akan saya biasakan menu ini," ujarnya.

Seperti diberitakan, untuk menjamin keamanan dan kelayakan produk makanan, akan dilakukan sejumlah uji. Yaitu dari standar Loka POM dan uji Organoleptik.

BACA JUGA:MUI Purbalingga Imbau Makanan MBG Higienis dan Sehat

BACA JUGA:47 Sekolah Awali Program MBG Per 17 Februari Pekan Depan

Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga diterjunkan untuk menginspeksi dapur-dapur yang ada.  Mulai dari alur dapur, kualitas air minum, pemeriksaan sampel bahan baku dan sampel makanan. Dinkes juga akan berkoordinasi dengan Loka POM untuk pemeriksaan secara laboratorium.

Secara teknis harian nanti, bahwa makanan sebelum didistribusikan ke anak-anak ada uji organoleptik.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: