Banner v.2

Komitmen Negara Sejahterakan Guru Honorer

Komitmen Negara Sejahterakan Guru Honorer

Miftahul Ghufron, S.Pd.I (Guru MI Muhammadiyah Palumbungan, Bobotsari)--

Peningkatan kesejahteraan berimplikasi pada naiknya motivasi kerja dan profesionalisme guru. Kepastian insentif dan tunjangan memperkuat stabilitas psikologis, mengurangi tekanan ekonomi, serta memungkinkan guru lebih fokus pada kualitas pembelajaran. Secara sosiologis, kondisi ini memperkuat identitas profesional dan rasa memiliki terhadap institusi pendidikan.

2. Dampak terhadap Hasil (Output & Outcome)

Peningkatan mutu pembelajaran; Guru lebih terdorong mengikuti PPG, mengembangkan inovasi pedagogis, dan mengurangi ketergantungan pada pekerjaan sampingan.

Ketimpangan kualitas guru antarwilayah, terutama di daerah 3T, dapat ditekan. Citra sosial profesi guru pun meningkat, mengirimkan pesan simbolik bahwa negara menghargai peran guru sebagai pilar pembangunan manusia.

Upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan guru honorer melalui penguatan regulasi, kenaikan insentif, tunjangan profesi, tunjangan khusus wilayah 3T, serta beasiswa pendidikan merupakan langkah strategis yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional. Dalam perspektif sosiologi pendidikan, penghargaan terhadap guru tidak hanya bermakna ekonomis, tetapi juga simbolis dan kultural. Kesejahteraan guru adalah investasi sosial jangka panjang, bukan sekadar kebijakan fiskal, melainkan fondasi bagi terbentuknya masyarakat yang berpengetahuan, berkeadilan, dan bermartabat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: