Banner v.2

Tampil Dominan Bukan Jaminan

Tampil Dominan Bukan Jaminan

MANCHESTER CITY – Frank Lampard hanya bisa terdiam. Manajer Chelsea itu lebih banyak tersenyum kecut sambil memeluk anak asuhnya. Rasa kekecewaan tak bisa disembunyikan setelah The Blues, julukan Chelsea kalah 1-2 dari Manchester City di Etihad Stadium, dini hari kemarin. Harapannya untuk mengemas kemenangan delapan laga tandang, pupus sudah. Meski takluk dari City, Frankie, tetap puas dengan performa anak asuhnya. Chelsea tampil lebih dominan. Dari sisi penguasaan bola, The Blues mencapai 53,3 persen berbanding 46,7 persen milik The Citizens. Namun dari sisi serangan, City lebih agresif dengan 15 tendangan ke gawang, sementara Chelsea hanya 11 tendangan. Babak pertama, Chelsea unggul lebih dahulu di menit 21. Keran gol lewat aksi N’Golo Kante yang berhasil mengkonversi umpan matang Mateo Kovacic menjadi gol lewat tendangan kaki kiri. Delapan menit kemudian, gol winger The Citizen Kevin De Bruyne sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gelandang Riyad Mahrez mencatatkan nama di papan skor lewat gol di menit 37. Pada babak kedua, serangan demi serangan Chelsea yang mencoba mengejar ketertinggalan mentah di finishing. Hingga peluit panjang, skor 2-1 untuk kemenangan Man City tetap bertahan. Kendati demikian, kekalahan ini juga membungkam keberhasilan strategi dan formasi Guardiola mendominasi laga. Ya dari total 381 pertandingan tim yang diasuh Guardiola (Barcelona, Bayern Muenchen dan Man City), ia selalu meriah lebih dari 47 persen pada pertandingan liga, namun dari laga dini hari kemarin, ia tak mampu mencapainya. Semakin miris, karena Chelsea lebih banyak memakai pemain-pemain muda hasil akademi. Ya, secara komparasi umur, kedua tim berbeda cukup jauh. Jika City rata-rata pemain berusia 27,8 tahun sementara Chelsea di usia 25,4 tahun. Dilansir dari situs resmi Chelsea, Frankie-sebutan Frank Lampard, mengaku anak asuhnya mulai goyah di sepertiga akhir permainan.”Kami datang dengan pemain muda, kami lebih memilih bertahan,” ujarnya “Mereka (City) lebih banyak mendapat momentum, tapi anak-anak sudah bermain baik, tak ada yang perlu disesalkan, kami hanya berhenti di rekot tujuh laga tandang setelah itu berhenti di sini,” tutur Lampard. Ia kembali menegaskan, kerja keras anak asuh sudah luar biasa. Ia menilai Tammy Abraham dan kolega tampil bak pemain veteran dan mampu meladeni The Citizen. “Anda bisa melihat ada perbedaan yang kontras antara kami dan mereka. Dan perbedaan itu cukup jauh, kami muda dan mereka punya pemain hebat. Rasa kagum saya tak berubah pada anak-anak,” katanya. Sementara juru taktik City, Pep Guardiola harus mengakui Chelsea yang tumbuh dengan pemain muda menjadi lawan yang sulit pekan ini. Meski harus terlebih dahulu menderita, pada akhirnya mereka mampu mengamankan tiga poin. “Mereka sangat bagus, tim yang luar biasa,” imbuh Guardiola. “Ingat, mereka adalah Chelsea,” lanjut Guardiola. “Jika kita melihat 20 tahun ke belakang, Chelsea bukanlah tim yang buruk. Saat ini, City memang meraih lebih banyak gelar. Namun, sebelum itu adalah eranya Manchester United dan Chelsea – mereka yang terbaik.” ujar Pep. “Sekarang (Chelsea) menjadi tim yang berani. Punya manajer muda, memiliki pemain-pemain muda dengan spirit tinggi, tanpa beban, tampil menyerang, dan main atraktif, ” tandasnya.(fin/tgr)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: