UEFA Siapkan Sanksi untuk Rusia
MARSEILLE - Flare yang mendarat di tribun penonton Inggris menjadi awal dari kerusuhan di Stadion Velodrome, Marseillem, kemarin dini hari. Insiden itu terjadi hanya beberapa saat sebelum wasit meniup peluit panjang. Di atas lapangan, laga antara Inggris kontra Rusia berakhir sama kuat, 1-1.
Ian Lane, 40, fans Inggris, mengungkapkan, lemparan flare itu menjadi awal dari gelombang serangan raturan suporter Rusia ke tribun pendukung Inggris yang kemudian pecah menjadi kerusuhan besar.
Kelompok penyerang terlihat mengenakan balaclava (penutup wajah). Mereka menendang, memukul, mengeroyok, siapapun yang terjebak di sana. Suporter Inggris yang enggan terlibat keributan melarikan diri, menghindar. Sejumlah orang tua tampak menyelamatkan anak-anak mereka. Melompati pagar, menginjak-injak kursi sedapatnya.
''Tidak ragu lagi, mereka sudah merencanakan (penyerangan). Serangan itu brutal dan terkoordinasi,'' ucap Liam, 32, salah seorang korban. Sejumlah saksi bahkan melihat para penyerang membawa senjata tajam dan pentungan. Ada pula yang mengenakan pelindung mulut serta sarung tinju seperti biasa dikenakan pertarung di ajang MMA (mixed martial art).
Korban berjatuhan. Bahkan ada yang harus dirawat intensif karena luka parah di kepala. Jumlah petugas kepolisian yang berjaga stadion tak memadai. Steward alias petugas di lapangan juga kewalahan membendung pertikaian.
FA (Federasi Sepak Bola Inggris) mengecam insiden tersebut. Juru Bicara FA Mark Whittle mendesak aparat Prancis segera mengidentifikasi mereka yang terlibat dalam kerusuhan itu. Dia juga meminta peningkatan keamanan di sejumlah titik rawan kota dan stadion dimana kerusuhan bisa pecah kembali.
.
Keberadaan flare di dalam stadion tentu saja langsung menjadi perhatian aparat. Semuanya sadar bahwa jenis eksplosive apapun bentuknya sama sekali dilarang di bawa ke dalam stadion. Pemeriksaan aparat keamanan Prancis tentu lebih ketat setelah insiden serangan teroris di Paris tahun lalu.
Sebelumnya, fans Inggris dan Rusia juga bentrok di luar stadion. Fans Inggris mengaku diserang sekelompok orang dengan baju yang hampir seragam, bersenjata pentungan, dan semuanya diidentifikasi sebagai pria-pria berbadan tegap dan berotot.
UEFA (Federasi Sepak Bola Eropa) bergerak cepat dengan melakukan sidang disiplin. Hasil sidang menyalahkan Rusia dengan tuduhan memicu kerusuhan, perilaku rasis, dan menyalakan flare di dalam stadion. UEFA hampir pasti menjatuhkan sanksi untuk Rusia. Apa sanksinya? Hal itu akan ditentukan dalam sidang besok.
''Ini langkah yang benar. Ada flare di sana, ada flare gun, terjadi bentrokan di tribun. Penting untuk menghentikannya,'' ucap Menteri Olahraga Rusia Vitaly Mutko merespons keputusan UEFA tersebut. Menurutnya, fans sepak bola sudah dewasa saat ini. Namun, masih ada orang-orang yang datang ke stadion bukan untuk menonton sepak bola.
UEFA juga mendesak pengetatan keamanan jelang pertandingan antara Rusia kontra Slovakia di Lille pada Rabu (15/6). Pertandingan lain yang masuk katagori risiko tinggi adalah derby Britania Raya antara Inggris menghadapi Wales di Lens pada 16 Juni. (cak/ca)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

