Honda

Penderes di Sumpiuh Kurangi Produksi Gula Kristal

 Penderes di Sumpiuh Kurangi Produksi Gula Kristal

Tugas, salah seorang pengepul menyetorkan gula kristal dan gula cetak ke Koperasi Argo Mulyo Jati, Rabu (219). -Foto Fijri Rahmawati/Radar Banyumas-

BANYUMAS-Penderes untuk sementara waktu mengurangi produksi gula kristal. Menyusul pemasaran gula kristal untuk ekspor tengah sulit.

Salah satu pengepul, Tugas, menyetorkan gula cetak dan kristal ke Koperasi Argo Mulyo Jati. Tugas menuturkan banyak penderes kembali beralih ke gula cetak.

"Penderes tetap produksi gula kristal tapi dikurangi," tukas Tugas.

Seperti diketahui, Permintaan pasar terhadap gula kristal tengah mengalami penurunan. Salah satunya imbas perang antara Rusia dan Ukraina.

Manajer Umum Koperasi Argo Mulyo Jati Niko Hermawan menerangkan pemasaran gula kristal sedang sulit. Sebab, pemasaran selama ini mengandalkan ekspor ke Eropa dan Amerika.

"Daya beli masyarakat sana terhadap gula kristal turun karena adanya inflasi," beber Niko, Rabu (21/9) di rumahnya di Ketanda, Sumpiuh.

Kebijakan ekspor-impor di Eropa dan Amerika berdampak pada serapan gula kristal dari Indonesia. Permintaan yang berkurang praktis mempengaruhi harga.

Tercatat sudah dua kali terjadi penurunan harga gula kristal. Gula kristal satu kilogram mulanya Rp 17.500. Lalu turun menjadi Rp 16 ribu dan kini Rp 15.500. (fij)

Sumber: