IKM Logam Purbalingga Terkendala Ketidakpastian Pasar dan Keterbatasan Peralatan
Pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Sentra IKM Alat Angkut di Purbalingga bertempat di Braling Grand Hotel Purbalingga.-DINKOMINFO PURBALINGGA UNTUK RADARMAS-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Industri Kecil Menengah (IKM) logam di Kabupaten Purbalingga memiliki kendala. Yakni, ketidakpastian pasar serta keterbatasan peralatan. Sehingga, menjadikan penghambat produksi.
BACA JUGA:Ujicoba Jelang Liga 3, Tim Askab PSSI Purbalingga Kalahkan MFA Banjarnegara 3-0
Hal itu diungkapkan oleh perwakilan IKM logam Purbalingga Kusumo Purwanto dalam Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Sentra IKM Alat Angkut di Purbalingga bertempat di Braling Grand Hotel Purbalingga.
“Kami berharap UPTD Logam bisa menjadi pusat bisnis, jangan hanya memperkenalkan tetapi menjadi moderator dan juga fasilitator dengan industri besar untuk menyalurkan produk IKM,” lanjut pemilik Ar Rayyan Plating ini.
Direktur Industri Kecil Menengah Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut (IKM LMEA) Kementerian Perindustrian Dini Hanggandari mengatakan, IKM Alat Angkut Purbalingga mampu memberikan sumbangsih penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah. "Tidak hanya itu mereka juga berperan dalam perkembangan industri nasional," katanya.
Dia menjelaskan, dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa kebijakan yang sifatnya strategis dalam pembangunan potensi wilayah adalah kebijakan pengembangan ekonomi lokal. "Hal ini dapat diwujudkan salah satunya melalui pengembangan sentra IKM, kegiatan pembangunan infrastruktur dan pendukung di lingkungan sentra IKM akan menjadi katalis bagi perkembangan IKM kawasan,” jelasnya.
BACA JUGA:Wah Ada Penyaluran BLT BBM di Banyumas, Begini Penjelasan Dinsos Banyumas
Dia menambahkan, kegiatan FGD kali ini merupakan wujud dari kolaborasi dalam mengidentifikasi kondisi terkini IKM alat angkut di Purbalingga.
“Kami berharap melalui FGD ini bisa dicapai solusi kolaboratif bagi perkembangan sentra kedepan. Sehingga IKM dapat mewujudkan produktivitasnya dan dapat meraih pasar-pasar baru di sektor industri otomotif,” tambahnya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Purbalingga, Agus Winarno mengatakan, sejak tahun 2020 ekonomi Purbalingga sudah mengarah menjadi daerah industri.
BACA JUGA:Peningkatan TPB Trans Banyumas Jadi Halte, Dinhub : Disesuaikan Dengan Kemampuan Anggaran
“Oleh karena itu apa yang sudah dilakukan oleh masyarakat Purbalingga, dengan adanya industri knalpot maka untuk bisa meningkat menjadi Industri komponen alat angkut tidaklah terlalu sulit untuk dikembangkan, akan menjadi kesinambungan dari industri knalpot yang sudah ada di Purbalingga” katanya. (tya)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
