Shadu Amar Bharati, Pertapa yang Hidup dengan Tangan Kanannya Diangkat Selama 45 Tahun

Shadu Amar Bharati, Pertapa yang Hidup dengan Tangan Kanannya Diangkat Selama 45 Tahun

Seorang pria asal India bernama Sadhu Amar Bharati bertahan hidup dengan cara yang berbeda. Ia dikenal sebagai seorang pertapa yang telah mengangkat lengan kanannya sejak tahun 1973. Keputusan itu dibuat bukan tanpa alasan, Shadu menganggap bahwa dengan mengangkat lengan itu berarti ia telah memutuskan dan memisahkan dirinya dari sebuah kesenangan dalam hidup. Sebelum menjadi pertapa, Shadu Amar Bharati telah menjalani hidup layaknya manusia biasa. Ia adalah seorang pekerja, memiliki rumah serta istri dan juga tiga orang anak. Namun, tiba-tiba semuanya berubah di tahun 1970! https://radarbanyumas.co.id/zhou-chuna-baru-16-tahun-sudah-100-kali-operasi-plastik-beda-tampilan-aslinya/ Entah mengapa, selepas bangun tidur tiba-tiba ia memutuskan untuk meninggalkan semua ornamen kehidupan ini, segala kemewahannya dan mulai mendedikasikan hidupnya untuk mengabdi, melayani dewa Siwa. Sejak saat itu, Shadu Amar Bharati melakukan perjalanan dengan mengenakan pakaian sederhana. Tak lupa ia membawa sebuah Trishula (trisula logam). Ia terus melakukan keputusannya itu selam tiga tahun namun, rupanya hal itu belum cukup maksimal. Shadu Amar Bharati menganggap dirinya masih memiliki hubungan dengan kemewahan dunia walaupun penampilannya sudah sangat sederhana sekali. Lalu di tahun 1973, Bharati memilih sebuah keputusan ekstrim yaitu ia mengangkat lengannya dan berjanji tidak akan pernah menurunkannya. Saking jarang digunakannya tangan sebelah kanannya seolah mati tapi masih tetap bersama dengan tubuh. Karena hal itu, tangannya tersebut menjadi sangat kurus seperti tulang yang terbungkus kulit. Namun ia tetap melakukan hal tersebut karena telah menganggap apa yang dilakukannya itu adalah simbol keimanan terhadap dewa Siswa. Sebagian orang yang melihat sikap Shadu Amar Bharati percaya bahwa semua itu dilakukan akibat Shadu kecewa dengan semua peperangan dan konflik yang terjadi di dunia. Dan cara mengangkat tangan tersebut merupakan tanda perdamaian. Saat kali pertama ia mengangkat tangannya, Bharati mengalami rasa sakit yang luar biasa, tetapi seiring berjalannya waktu ia tidak merasakan sakit lagi. Hal itu dikarenakan lengannya telah berhenti berkembang dan berada dalam posisi semi-vertikal sehingga struktur tulang nya pun tidak lagi berguna. (*/pojoksatu/ttg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: