Honda

Sepekan Hilang, Komunitas Sungai Aare Ikut Terjun dalam Pencarian Eril

Sepekan Hilang, Komunitas Sungai Aare Ikut Terjun dalam Pencarian Eril

Keluarga Ridwan Kamil dan KBRI Bern mendengarkan briefing dari Polisi Maritim (KBRI Bern) BANDUNG - Sepekan hilangnya anak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz atau akrab disapa Eril, sejumlah komunitas di lingkungan Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, turut melakukan pencarian. Adapun komunitas tersebut antara lain klub pendayung, komunitas berkebun, dan klub pemancing. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga Ridwan Kamil di Bandung dari KBRI Bern menyebut bahwa pihak kepolisian setempat memastikan bahwa para komunitas di sepanjang bantaran sungai Aare memiliki awareness yang tinggi serta telah menaruh perhatian yang besar pada status dan proses pencarian Eril. “Kepala Kepolisian Bern menyampaikan bahwa mereka sudah menginformasikan dan berkomunikasi dengan komunitas-komunitas di lingkungan Sungai Aare termasuk klub dayung, komunitas berkebun dan lain sebagainya,” ujar Erwin Muniruzaman, Kakak kandung Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis 2 Juni 2022. Erwin berharap, pelibatan komunitas dalam pencarian Eril dapat membuahkan hasil, setidaknya menemukan titik terang keberadaannya. Informasi sekecil apapun yang didapat agar segera disampaikan kepada kepolisian setempat. “Sehingga diharapkan memang sekiranya ada informasi maupun temuan bisa cepat sampai kepada pihak otoritas,” harap Erwin. Pada 31 Mei 2022, Polisi Maritim dibantu pihak lainnya masih terus melanjutkan proses pencarian. https://radarbanyumas.co.id/sehari-tiga-orang-bermasalah-di-sungai-aare-swiss-dua-selamat-eril-hilang/ Namun, belum membuahkan hasil yang diharapkan. Kepala Polisi Bern kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada Ridwan Kamil di salah satu boat house yang ada di sekitar lokasi. Keluarga Ridwan Kamil dan KBRI Bern mendengarkan briefing dari Polisi Maritim (KBRI Bern) “Kepala Polisi Bern sudah menyampaikan hasil pencarian langsung kepada Kang Emil di salah satu boat house yang ada di sekitar lokasi. Jadi tanggal 31 Mei proses pencarian namun belum mendapatkan hasil yang kita harapkan bersama,” tutur Erwin. Pihak kepolisian Bern memastikan bahwa dari hasil evaluasi, mereka akan tetap melanjutkan proses pencarian dengan metode yang sama. Namun, khusus untuk metode penyelaman sifatnya situasional bergantung pada kondisi Sungai Aare. “Penyelaman itu bersifat situasional karena memang kondisi sangat bergantung pada situasi lapangan,” ucap Erwin. Menurut informasi, dalam beberapa hari ke depan, cuaca di Bern diperkirakan akan turun hujan dan badai di pegunungan. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kondisi air Sungai Aare. Namun begitu, pihak otoritas memastikan akan tetap melakukan pencarian secara intensif. “Mereka memang menyampaikan komitmen untuk tetap melanjutkan pencarian secara intensif,” sebut Erwin. Disisi lain, pihak keluarga Ridwan Kamil di Bandung setiap hari melakukan pengajian untuk mendoakan agar seluruh proses pencarian Eril membuahkan hasil yang diharapkan. “Kami sendiri di Bandung dari keluarga, setiap hari melakukan pengajian untuk mendoakan agar seluruh proses ini bisa berakhir dengan baik sebagaimana harapan banyak pihak,” ucap Erwin. (pojoksatu/ali)

Sumber: