Honda

Serangga Bikin Marmer Taj Mahal Menghijau

Serangga Bikin Marmer Taj Mahal Menghijau

Serangga-Bikin-Marmer-Taj-Mahal-Menghijau LUCKNOW – Sebagian marmer Taj Mahal di Agra, India, berubah menjadi hijau. Penyebabnya bukan karena pemerintah India mengubah marmer putih bangunan lambang cinta sejati itu. Melainkan, kotoran serangga yang begitu banyak sehingga mampu mengubah warna marmer yang menghiasi salah satu bangunan warisan budaya UNESCO tersebut. Pemerintah Negara Bagian Uttar Pradesh pun langsung bereaksi atas kasus itu. Mereka melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dari ledakan perkembangbiakan Geoldichironomus dan cara untuk mengatasinya. ”Pemerintah Uttar Pradesh sangat memperhatikan masalah ini. Masyarakat bisa memastikan bahwa kami tidak akan membiarkan apa pun merusak Taj Mahal,” ujar Rajendra Chaudhary, juru bicara menteri besar (setara gubernur) Uttar Pradesh, kemarin (23/5). Meski begitu, pejabat di Agra mengaku belum mendengar perintah langsung dari menteri besar Uttar Pradesh. Namun, mereka berjanji mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Menghijaunya marmer Taj Mahal itu awalnya diungkapkan aktivis lingkungan D.K. Joshi. Dia mengatakan, ada tiga jenis serangga yang menghijaukan Taj Mahal tersebut. Salah satunya Geoldichironomus (Chironomus calligraphus). Sungai Yamuna yang kotor membuat serangga itu berkembang biak sangat banyak. Sungai Yamuna tersebut cukup dekat dengan Taj Mahal sehingga serangga Geoldichironomus tersebut naik dan menginvasi makam yang dibuat Raja Mughal Shah Jahan tersebut. ”Mereka (para serangga) tertarik dengan kilau putih marmer dan kawanan itu meninggalkan jejak kotoran hijau kehitaman yang mengubah warna bangunan kuno tersebut,” ujar Joshi. Ini bukan kali pertama marmer Taj Mahal bermasalah. Marmer di Taj Mahal pernah menguning karena terkena polusi selama bertahun-tahun sebelum akhirnya menghijau karena kotoran serangga. Sejauh ini, pemerintah setempat belum mampu mengembalikan warna marmer kembali putih seperti sedia kala. (AFP/The Hindu/sha/c10/kim)

Sumber: