Honda

Tim Top Tak Terlalu Agresif

Tim Top Tak Terlalu Agresif

AUSTIN - Tahun ini, pemasok ban Formula 1 Pirelli menyediakan pilihan yang lebih agresif dari musim lalu untuk GP Amerika Serikat. Hanya ada soft, supersoft, dan ultrasoft untuk balapan yang bakal berlangsung 22 Oktober nanti. Pilihan yang disediakan Pirelli tersebut lebih lcepat satu level dibandingkan tahun lalu. Keputusan itu tidak mendapat respon agresif pula dari tim-tim top Formula 1. Terbukti, Ferrari dan Mercedes tak menumpuk terlalu banyak ban paling lunak, atau paling cepat, ultrasoft dalam garasi mereka. Dua tim tersebut masih percaya dengan pilihan yang lebih dekat dengan tahun lalu. Pada 2016 Pirelli menyediakan ban medium, soft, dan supersoft. Sepertinya, supersoft masih dianggap pas untuk megitari sirkuit Austin. Lewis Hamilton (Mercedes) memilih dua set soft, tiga sert supersoft, dan tujuh supersoft. Sedikit berbeda, rekan satu timnya Valtteri Bottas, menambah satu set supersoft-nya, dan hanya memilih dua set soft. Di kubu Ferrari Sebastian Vettel punya pilihan yang sama dengan Bottas. Sedangkan Raikkonen lebih ekstrim dengan menumpuk lima set supersoft, hanya satu soft, dan tujuh ultrasoft. Hanya Romain Grosjean (Haas-Ferrari) yang punya pilihan sama dengan Raikkonen. Untuk diketahui setiap pembalap diberi jatah 13 set ban setiap akhir pekan balapan. Tim-tim top tersebut, termasuk Red Bull, adalah yang paling sedikit menyetok ban ultrasoft. Bandingkan dengan Williams-Mercedes, McLaren-Honda, dimana semua pembalapnya menumpuk sembilan set ultrasoft. Atau tim-tim lain yang minimal menyimpan delapan ultrasoft. Di Austin nanti, Hamilton punya peluang memastikan gelar juara F1 keempatnya. Syaratnya, dia harus menang dan rivalnya Sebastian Vettel finis di luar lima besar. Bos Mercedes Toto Wolff mengaku tidak ingin terlalu cepat memprediksi gelar juara bisa diraih di Austin. ''Ada ungkapan yang mengatakan bahwa untuk bisa finis pertama (menang), pertama anda harus finis dulu,'' sebutnya. Bencana yang menimpa Ferrari di tiga seri terakhir sudah cukup memberikan pelajaran kepada Mercedes untuk tetap waspada. Wolff juga mengingatkan bahwa Mercedes pernah melewati masa sulit yang dialami Ferrari. ''(F1) ini semuanya mengenai mobil kencang, pembalap terbaik, dan performa yang solid. Kami sudah berada di sana, masa-masa sulit untuk semua pembalap kami dalam hal ketahanan (mobil),'' ungkapnya. (cak)

Sumber: