Honda

Vettel Terancam Penalti Grid di Balapan berikutnya

Vettel Terancam Penalti Grid di Balapan berikutnya

Makin Kritis Gara-Gara Anthem SUZUKA - Ferrari tahu bahwa peluang Sebastian Vettel dalam persaingan perebutan gelar juara dunia sedang dalam kondisi kritis. Bahkan, pembalap Jerman itu sendiri mengatakan, tidak perlu menjadi seorang jenius untuk tahu bahwa peluangnya menjadi juara dunia sudah menguap. Kepedihan itu semakin bertambah dengan ancaman penalti grid karena Vettel mendapatkan peringatan keduanya musim ini. Peringatan itu didapatnya di Suzuka, Minggu lalu (8/10), karena tidak menghadiri seremoni pemutaran lagu kebangsaan. Saat itu, Vettel lebih memilih berada di dekat mobilnya mendampingi para mekanik timnya yang sedang mencari solusi masalah busi menjelang start. Meskipun pada akhirnya tim mekaniknya tak punya waktu cukup untuk mengganti busi tersebut, hingga berujung pada DNF (do not finish) pada Lap 4. Dalam peraturan baru F1, menghadiri sesi pemutaran lagu kebangsaan atau anthem hukumnya wajib. Peringatan tersebut adalah yang kedua dijatuhkan kepada Vettel musim ini. Yang pertama terjadi di GP Monaco. Saat itu, juara dunia F1 empat kali tersebut melewati garis exit saat akan keluar pit lane dalam sesi kualifikasi. Peringatan kedua tersebut cukup signifikan karena jika sekali lagi peringatan yang sama dijatuhkan, penalti mundur 10 grid sudah menunggu. Aturan FIA menyebutkan tiga kali peringatan yang dijatuhkan kepada seorang pembalap dalam satu musim diganjar penalti berat. ''Jika peringatan ketiga dijatuhkan menyusul sebuah insiden di satu balapan, penalti mundur 10 grid akan diberlakukan pada balapan berikutnya,'' bunyi Pasal 18.2 sporting regulations F1. Ini berarti Vettel harus menghindari perilaku yang berpotensi melanggar aturan di sisa empat seri musim ini. Ini akan sangat penting untuk setidaknya menunda pesta rivalnya Lewis Hamilton merayakan gelar juara Formula 1 keempatnya hingga seri terakhir di Abu Dhabi. ''Seperti yang saya katakan sebelumnya, kami tahu mobil kami, pembalap kami, dan tim berada pada top condition. Karena itu kami akan menghadapi balapan tersisa dengan perjuangan yang hebat dan determinasi total. Sampai tikungan terakhir balapan penghabisan di Abu Dhabi,'' ucap Bos Ferrari Maurizio Arrivabene dilansir Autosport. Arrivabene ingin memastikan persoalan ketahanan mesin yang terjadi di dua balapan terakhir tidak terulang lagi. Dalam penjelasannya, timnya tak punya cukup waktu membongkar bagian mobil untuk mengganti busi yang bermasalah. Tak hanya Vettel yang dijatuhi peringatan di GP Jepang. Pembalap McLaren-Honda Fernando Alonso dijatuhi peringatan dan dua poin penalti pada super license-nya karena dianggap tak mengindahkan blue flag pada lap terakhir GP Jepang. Saat itu, dua pimpinan lomba Lewis Hamilton (Mercedes) dan Max Verstappen (Red Bull-TAG Heuer) sedang bertarung berebut kemenangan. Di saat krusial itu, kedua pembalap harus melewati Alonso dan pembalap Williams-Mercedes Felipe Massa yang juga bertarung berebut posisi 10 demi mendapatkan satu poin. Saat Hamilton datang, Alonso tak segera memberi jalan meski bendera biru tanda overlap sudah dikibarkan. Begitu juga saat Verstappen akan lewat untuk memburu Hamilton. Akibat kelakukan Alonso tersebut peluang Verstappen mengejar Hamilton kandas. Dua penalti poin adalah yang pertama diterima Alonso musim ini. Dalam aturan F1, jika seorang pembalap mendapatkan 12 poin penalti dalam 12 bulan, super license-nya bakal dibekukan sementara. (cak/ady) .

Sumber: