PSG vs Madrid-Bertajuk Dendam Sang Mantan
PARIS - Paris saint Germain (PSG) tanpa trisula terbaiknya kala menjamu Real Madrid di Parc des Princes, dini hari nanti. Akan tetapi, amunisi yang mereka punya masih cukup untuk mempermalukan El Real di laga perdana Grup A Liga Champions ini.
Tanpa Neymar yang terkena sanksi dan Kylian Mbappe serta Edinson Cavani yang cedera, Pelatih PSG, Thomas Tuchel bisa mengandalkan Mauro Icardi, Pablo Sarabia, dan Angel di Maria. Nama terakhir punya ambisi besar membalas dendam pada Madrid. Itu bisa menjadi senjata mematikan PSG.
Winger Argentina itu punya luka menganga di hatinya akibat perlakuan buruk Los Blancos kepadanya. Ia merasa dibuang ke Manchester United pada 2014 dengan alasan yang sulit diterimanya hanya beberapa pekan setelah ia membantu Argentina lolos ke final Piala Dunia di Brasil.
Rumor muncul sebelum Piala Dunia 2014 bahwa Florentino Perez menyukai gaya James Rodriguez yang tampil sangat baik di Brasil. Di Maria sementara itu berjuang ke final meskipun menderita cedera otot dan bermain dengan penghilang rasa sakit.
Karena itu adalah final Piala Dunia pertama Argentina sejak Italia 1990, Di Maria ingin bermain. Namun, pada malam final, bagian medis Argentina memberinya surat dari Los Blancos yang meminta dia tidak bermain di final.
"Saya segera mengerti apa yang terjadi. Semua orang telah mendengar desas-desus bahwa Real ingin membeli James setelah Piala Dunia. Saya tahu mereka ingin menjual saya untuk memberikan ruang baginya. Mereka tidak ingin pemain mereka cedera sebelum menjualnya. Sesederhana itu," tegas Di Maria kala itu dikutip dari Marca.
Ini telah memicu bara dendam yang membara di dalam diri Di Maria. Meskipun ia menikmati kesuksesan luar biasa di Spanyol, Di Maria yang jadi pahlawan di final Liga Champions 2014 jelas sangat ingin membalas luka yang diberikan Madrid dengan mengalahkan mereka dini hari nanti.
Selain Di Maria, keinginan mengalahkan Madrid juga dilontarkan kiper PSG, Keylor Navas. Sama seperti Di Maria, ia juga adalah pahlawan terbuang. Navas yang mempersembahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun di Madrid dipaksa pergi setelah jatahnya di bawah mistar gawang diserahkan kepada Thibaut Courtois.
"Saya memiliki banyak pengalaman luar biasa di Madrid, tetapi sekarang saya berada di Paris dan saya ingin melakukan yang terbaik untuk klub ini. Saya mendapat banyak dukungan dan rekan satu tim dan fan di sini," tegas Navas yang sudah melakoni debut kontra Strasbroug dikutip AS.
Pelatih PSG, Thomas Tuchel sejak awal menegaskan ambisinya mengamankan tiga angka di Paris. Meski juga akan kehilangan Julian Draxler, Thilo Kehrer dan Colin Dagba akibat cedera, Tuchel mengatakan mereka siap bertarung sejak awal. "Kami tahu setiap tahun kami harus siap dan siap sejak pertandingan pertama," ujarnya di UEFA.com.(amr)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

