Banner v.2

Ajax VS APOEL-Beban Makin Berlipat

Ajax VS APOEL-Beban Makin Berlipat

LEBIH BERAT : Van de Beek saat berduel dengan pemain APOEL pada leg pertama playoff Liga Champions pekan lalu.FIN Playoffs Liga Champions AMSTERDAM-Tampil menawan lewat di Liga Champions musim 2018-2019 tentu membentuk optimisme Ajax dimusim ini. Tapi kondisi ini seakan berubah. Ada beban berlipat pada Ajax. Ditambah kehilangan dua figur sentral, Frenkie De Jong dan Matthijs de Ligt, perjuangan Ajax pun jadi ekstra keras. Menuju leg kedua playoff Liga Champions dini hari nanti (29/8) di Johan Cruyff Arena, Ajax dituntut lebih agresif saat menjamu tim asal Siprus APOEL. Hasil tanpa gol pada leg pertama (21/8) di kandang APOEL dipandang merugikan Ajax. Ajax kehilangan bek Noussair Mazraoui karena kena kartu merah pada leg pertama. Posisinya diperkirakan akan digantikan pemain muda Kik Pierie atau Sergino Dest sebagai bek kanan. Direktur Ajax Edwin van der Sar dalam kolomnya di De Telegraaf menyebutkan Ajax musim 2019-2020 ini memiliki ambisi sebesar musim lalu. Baik di kancah domestik dimana mereka jadi kampiun Eredivisie. Juga di level Eropa yakni mencapai semifinal. "Kami ingin mencapai hasil tertinggi dan terbaik yang kami mampu. Dan semua orang sangat yakin kalau kami harus berbuat lebih maksimal lagi ketimbang saat bermain di Siprus pekan lalu," kata Van Der Sar, kemarin. Soal transfer pemain-pemain penting seperti De Ligt juga De Jong dianggap jadi problem besar di tubuh Ajax, maka persepsi itu ditolak eks kiper yang mengangkat trofi Liga Champions dua kali tersebut. "Ketika kamu berada di Ajax, maka adalah lumrah kalau kehilangan pemain terbaikmu. Saya rasa semua pendukung kami ketakutan kalau kami akan semakin banyak kehilangan pemain bintang kami," tutur Van Der Sar. Sementara itu, Kiper Ajax Andre Onana dalam wawancara dengan Voetbal Primeur kemarin (27/8) mengatakan hasil imbang tanpa gol di kandang lawan juga satu prestasi. Apalagi De Godenzonen bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-80. "Keberhasilan membuat APOEL macet produksi golnya memberikan tim ini kepercayaan diri. Semuanya bertarung habis-habisan untuk hasil ini setelah kami tampil tanpa Noussair (Mazraoui)," ucap Onana. Kiper timnas Kamerun tersebut menuturkan kemenangan dengan skor berapapun, termasuk 8-7, bakal meloloskan mereka ke fase grup Liga Champions. "Fokus kami adalah untuk meraih kemenangan," ujar Onana. Penyerang Ajax Dusan Tadic saat diwawancara UEFA pun mengatakan kalau intensitas serangan timnya harus ditingkatkan pada leg kedua. Sebab APOEL diperkirakan akan bermain lebih defensif ketimbang leg pertama. "Mungkin kami terlalu gampang memberikan bola kepada lawan dengan membuat kesalahan-kesalahan sendiri. Kami harus berimprovisasi khususnya di sektor penyerangan," ujar kapten Ajax itu. Pada pertemuan pertama, Ajax sudah membombardir gawang APOEL dengan 18 tembakan. Dari jumlah tersebut, cuma lima diantaranya yang melenceng. Bahkan Ajax mendominasi distribusi bola sampai 64 persen. Sementara itu, pelatih APOEL Thomas Doll mengatakan kepada UEFA sangat beruntung bisa menahan imbang salah satu tim terbaik dunia. Doll menyebutkan tereliminasinya Juventus dan Real Madrid di tangan Ajax menunjukkan tim ini bukan sekumpulan pemain muda biasa. "Kami sudah menjauhkan pikiran-pikiran kalau kami bisa mencuri poin dengan menahan imbang Ajax. Yang kami butuhkan saat leg kedua adalah sedikit tambahan konfidensi agar mencetak gol dan lolos," ucap Doll. (ful/fin)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: