Hungaria Raksasa yang Tak Lagi Rendah Diri

Hungaria Raksasa yang Tak Lagi Rendah Diri

Hungaria Raksasa yang Tak Lagi Rendah Di HUNGARIA sudah lama sekali absen di pentas sepak bola mayor. Tepat tiga dekade silam, Nemzeti Tizenegy (National Eleven) – julukan Hungaria– kali terakhir tampil di Piala Dunia 1986 Meksiko. Kini setelah ’’tertidur’’ lama akhirnya talenta Hungaria menggeliat. Meski beberapa figur sentral di tim adalah muka lama, talenta muda Hungaria juga patut diwaspadai. Perjalanan Hungaria ke Euro 2016 ini cukup terjal karena melalui babak playoff. Hungaria lolos ke Prancis setelah menang dengan agregat 3-1 melawan Norwegia. Di babak kualifikasi, Hungaria finis di posisi ketiga grup F di bawah Irlandia Utara dan Rumania. Euro 2016 ini akan menjadi penampilan terakhir kiper eksentrik Gabor Kiraly. Pemain 40 tahun dengan 103 caps itu akan pensiun setelah pesta empat tahunan sepak bola Eropa itu. Kepada Four Four Two, mantan pemain Hertha Berlin dan Fulham itu mengatakan bahwa lolosnya Hungaria ke Euro ini sungguh melegakan. Setelah mereka mengalami kegagalan demi kegagalan sejak 1986, Euro 2016 bisa menjadi momentum kebangkitan. ’’Saya dan seluruh tim merasa bertanggung jawab untuk menjaga nama Hungaria di Prancis. Kami berjuang agar dukungan kepada kami tidak mubazir,’’ ucap kiper yang identik dengan celana jogging track itu. Di sisi lain, arsitek Hungaria Bernd Storck mengatakan bahwa ekspektasinya kepada tim Hungaria saat ini tidak muluk. Pria asal Jerman itu sadar bahwa setelah absen 30 tahun di pentas sepak bola utama, banyak sekali yang harus dikerjakan. Saat ditunjuk menggantikan Pal Dardai tahun lalu, Storck tidak yakin bisa membawa Balazs Dzsudzsak dkk tampil di Euro 2016. Namun, Storck ternyata mampu mewujudkan hal sulit tersebut. Dan, pelatih asal Jerman tersebut menjanjikan penampilan yang lebih baik. Dibantu mantan pemain Borussia Dortmund Andreas Moeller, pria 53 tahun itu sedikit demi sedikit membangun tim. Salah satu di antaranya, mengangkat mental bertanding dan kengototan individu. ’’Ketika saya menangani tim ini tahun lalu, semua pesimistis, berpikir negatif, dan rendah diri. Jadi, saya tahu yang bermasalah dengan tim ini adalah masalah perspektif,’’ tegas mantan pelatih Kazakhstan itu. (dra/nur)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: