Adu Penalti, Atletico Lebih Bertaji

Adu Penalti, Atletico Lebih Bertaji

Adu Penalti, Atletico Lebih Bertaji MILAN – Hantu siklus empat tahunan final Liga Champions sudah mengintai San Siro, Milan, Sabtu dini hari nanti WIB (29/5). Hantu tersebut bernama siklus final yang harus diakhiri dengan babak adu tendangan penalti. Nah, sekarang tinggal siapa yang dapat mengatasi hantu itu? Apakah Real Madrid? Atau Atletico Madrid? Kalau siklus tersebut benar-benar terjadi, maka jangan ragu untuk menyebut Atletico sebagai pemenang Liga Champions musim ini. Sebab, statistik sudah membuktikan bahwa Los Rojiblancos – julukan Atletico – lebih berpengalaman dalam menghadapi situasi tersebut ketimbang Real. ''Jangan pernah gugup, anggap saja ini seperti biasanya,'' sebut gelandang Atletico, Koke, dikutip dari AS. Atletico layak terbiasa menghadapi adu tendangan penalti. Karena, dalam Liga Champions dua musim terakhir Atletico tidak pernah dijauhi dewi fortuna tiap kali berhadapan dengan adu tendangan penalti. Bahkan, progress-nya pun menanjak dari saat mengalahkan Bayer Leverkusen musim lalu dan menyingkirkan PSV Eindhoven musim ini. Ketika menyingkirkan Leverkusen dari fase 16 Besar Liga Champions 2014-2015, persentase keberhasilan anak buah Diego Simeone itu dalam mengeksekusi penalti hanya 60 persen. Persentase tersebut langsung menanjak jadi 100 persen begitu delapan penggawa Atletico menuntaskan tugasnya sebagai algojo di balik kemenangan 8-7 atas PSV. Koke menjadi satu di antara kedelapan pemain Atletico tersebut. ''Anggap saja final itu sebagai laga terakhirmu, siapa tahu kan. Dengan feeling seperti itu, Anda tentunya tidak akan mau melewatkan peluang itu begitu saja,'' ucap gelandang yang baru mencatat sekali tendangan penalti sukses sepanjang karirnya itu. Simeone sendiri dalam pernyataannya yang dikutip Four Four Two menolak adanya anggapan bahwa dirinya selalu mengagendakan latihan adu tendangan penalti. Terutama ketika menghadapi laga-laga yang krusial seperti melawan Los Blancos – julukan Real – ini. ''Berlatih tendangan penalti? Itu tidak masuk akal,'' seloroh El Cholo, sapaan akrab Simeone. Hanya, dilihat dari trennya dalam menyusun daftar algojo penaltinya, pelatih berkebangsaan Argentina tersebut sudah bergeser mindset-nya. Bukan lagi menempatkan dua pemain depannya pada dua urutan pertama penendang penalti. Sebaliknya, Simeone menempatkan bomber dengan akurasi tendangan terbaiknya di awal dan di akhir lima slot penendang penalti. Diawali dari Antoine Griezmann yang memiliki akurasi tembakan mencapai 70,4 persen, lalu diakhiri dengan Fernando Torres. El Nino – julukan Torres – dengan akurasi tembakan sebesar 61,8 persen. ''Yang saya tahu situasi itu selalu tidak akan mudah dijalani. Ini seperti memainkan pion-pion catur saja,'' katanya. Statistik di Transfermarkt mencatat, sepanjang musim ini Atletico lima kali menghadapi laga dengan tendangan penalti. Tiga laga di Liga Champions, dan dua laga lainnya di La Liga. Meskipun Griezmann terlibat empat kali di antaranya, masih ada Torres yang menjadi opsi algojo penalti selain Griezmann. Itu belum termasuk Koke, Gabi, Juanfran, Saul Niguez, Jose Gimenez dan Filipe Luis yang punya naluri algojo penalti. ''Sosok seperti Juanfran itu menjadi penanda bahwa setiap pemain kami juga sudah bekerja keras untuk membawa tim ini terus berkompetisi,'' imbuh pelatih yang namanya sempat dikaitkan dengan beberapa klub Premier League itu. Suasana di Ciudad Deportiva Atlético de Madrid sebelum Atletico terbang ke Milan hari ini WIB berbanding terbalik dengan di Valdebebas – kamp latihan Real. Sebagaimana dilaporkan dalam situs resminya, Zinedine Zidane selaku entrenador Real memasukkan menu latihan shooting kepada Cristiano Ronaldo dkk. ''Tendangan ke gawang akan jadi salah satu fokus latihan hari ini (kemarin WIB, 25/5). Selain itu juga ada latihan crossing, passing dan skema pressure ke pertahanan lawan,'' tulis situs resmi klub tersebut. Real kemungkinan memfokuskan latihannya dengan tendangan ke gawang itu sebagai salah satu persiapan jika terjadi adu tendangan penalti. Adu Penalti, Atletico Lebih Bertaji Maklum, Real tidak sesukses Atletico dalam hal adu tendangan penalti. Statistik di dalam situs resmi UEFA mencatat, dari tiga kali menghadapi situasi babak tos-tosan di kompetisi Eropa, satu kali saja Real dipayungi dewi fortuna. Itu pun sudah terjadi sangat lama, yaitu pada babak kedua European Cup (sekarang Liga Champions) 1986-1987 melawan Juventus, menang 3-1. Sisanya, tumbang. ''Okay, silakan Anda menyebut Atletico sudah berubah dari dua tahun lalu. Tapi, saya rasa cara mereka membunuh tetaplah sama, dan kami tahu caranya,'' koarnya. (ren)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: