Askab PSSI Banyumas Terapkan Aturan Ketat

Askab PSSI Banyumas Terapkan Aturan Ketat

HL--Peserta Kompetisi Usia Dini U-12 Tampak Sangat Antusias Sebelum Bertanding Didampingi Dengan Ketua Bidang SDM Askab PSSI Banyumas (Topi Merah)Kompetisi Usia Dini U-12 PURWOKERTO - Askab PSSI Banyumas menerapkan aturan ketat di kompetisi usia dini U-12 Askab PSSI Kabupaten Banyumas. Tak heran, sejumlah tim yang datang terlambat terpaksa harus dicoret. Biro Pembinaan Usia Dini dan Sepakbola Wanita Askab PSSI Banyumas, Edi Sustriyanto S Pd mengatakan, Askab PSSI Kabupaten Banyumas sangat ketat dalam menerapkan aturan penyelenggaraan sebuah kompetisi resmi. "Mereka nyasar katanya ke lapangan lainnya sehingga terlambat datang. Tidak ada pilihan lain selain memenangkan tim lawannya. Apalagi setelah sempat mengajukan protes ternyata perwakilan klub tersebut tidak datang saat temu teknik di Sanggar Pramuka Banyumas, Minggu (10/4) lalu. Padahal sudah disepakati bersama seluruh peserta untuk kompetisi usia dini U-12 semua dipusatkan di Lapangan Brimob Watumas," katanya. Dirinya melanjutkan, ada juga tim yang saat bermain ternyata para pemainnya tidak dapat diturunkan karena terlampauinya batas usia. "Mereka pada akhirnya mundur saat pertandingan telah berlangsung dan harus menerima kekalahan dengan skor 4-0. Untuk umur juga sudah kita jelaskan bahwa maksimal kelahiran 2004 dan seterusnya. Kalau kelahiran 2003 masuknya ke U-15," sambung dia. Ketua Bidang SDM Askab PSSI Kabupaten Banyumas, H. Sutarno SIP M Si menjelaskan, dengan berbagai kendala kecil yang ditemui di lapangan, secara umum kompetisi usia dini U-12 Askab PSSI Banyumas minggu pertama berjalan lancar. "Dengan peserta sebanyak 14 tim dari SSB terbaik di Purwokerto, kompetisi ini diramaikan peserta hingga 280 anak. Tidak hanya pelatih dan official, bahkan keluarga mulai dari orangtua, adik, kakak bahkan ada kakek beserta neneknya ikut mendampingi cucunya. Responnya sangat baik dan luar biasa," terangnya. Dalam posisi tidak harmonisnya hubungan pemerintah dengan PSSI, tidak sama sekali mempengaruhi tekadnya untuk terus menggairahkan Sepakbola di Banyumas. "Saya tidak peduli apapun yang terjadi dengan Pesepakbolaan di Indonesia saat ini. Tekad saya bulat tetap menggelar kompetisi ini untuk pembinaan panjang. Di pundak-pundak mereka inilah masa depan Sepakbola Banyumas. Mereka ini aset bangsa dan tentunya aset Pemerintah Kabupaten Banyumas juga. Hari ini saya cukup senang melihat keceriaan mereka dalam bermain Sepakbola," tutup dia. Berdasarkan pantauan Radarmas di lapangan, dengan pengawas pertandingan  Agus Mulyono di lapangan A dan Yuswanto di lapangan B tersaji sekitar 7 partai di lapangan A dan 7 partai di lapangan B Brimob Watumas. Hasil di lapangan A untuk pool A dan B, Satria Muda vs Perseka 9-0, Mutiara menang WO 3-0 atas Cahaya Muda, Putra Lesa vs Mitra Persada 3-2, Duta Taruna vs Satria Muda 5-2, Putra Lesa vs Cahaya Muda 5-0, Mutiara vs Mitra Persada 4-1 dan Duta Taruna vs Perseka 2-1. Sementara di lapangan B untuk pool C dan D, Kotayasa vs Grendeng Muda 1-0, Mars Purwokerto vs Antas Notog 11-0, IM Purwokerto vs Persepa 4-0, Kotayasa vs Persekars 2-0, Mars Purwokerto Vs Persepa 3-0, IM Purwokerto vs Antas Notog 9-1 dan Grendeng Muda vs Persekars 4-2. (yda)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: