Neymar Dan Messi Korban Fans Espanyol

Neymar Dan Messi Korban Fans Espanyol

BARCELONA - Rasisme lagi-lagi menimpa Barcelona. Kali ini yang menjadi korban adalah Neymar dan Lionel Messi. Dalam laga Sabtu (2/1) malam lalu di Power 8 Stadium melawan Espanyol, Neymar dan Messi dihujat oleh pendukung Espanyol. Kapten Barcelona Andres Iniesta mengaku mendengar teriakan rasis kepada Neymar terjadi di babak pertama. Para pendukung Espanyol melakukan teriakan meniru suara kera ketika Neymar mengontrol bola. Hal ini pastinya mengingatkan insiden ketika bek Barcelona Dani Alves dilempar pisang oleh pendukung Villarreal pada Mei tahun lalu. Akibat rasisme tersebut Villarreal didenda 12 ribu Euro (Rp 180,2 Miliar) oleh Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). RFEF menganggap pihak klub Villarreal gagal mengendalikan para suporternya. Sedang suporter yang menjadi pelaku pelempar pisang itu dikenai larangan datang ke stasion untuk dua tahun. Bek Barcelona Gerard Pique sendiri tak mendengar secara langsung teriakan rasis yang menimpa Neymar. Akan tetapi buat suami penyanyi Shakira tersebut pelaku rasisme harus dihukum dengan keras. “Jika itu benar terjadi dan terbukti, maka mereka (Espanyol,red.) harus bertanggung jawab. Karena tak mungkin mengidentifikasi satu per satu kepada suporter siapa pelakunya,” ucap Pique seperti diberitakan ESPN. Sorakan rasis kepada Neymar juga mendapat kecaman keras di dunia maya dan media sosial. Mantan Wakil Presiden Barcelona Toni Freixa berharap RFEF bisa melakukan tindakan atas rasisme itu. “Semoga tindakan rasisme masuk dalam laporan pertandingan yang ditulis wasit,” cuit Freixa. Wasit dalam laga Sabtu (2/1) lalu adalah Jose Luis Gonzalez. Setali tiga uang dengan Neymar, Messi juga mendapat teriakan tak senonoh dalam Derbi Barceloni tersebut. Para pendukung Espanyol menyerang Messi yang dianggap pengemplang pajak. “Somos todos, Messi paga ya,” teriak para fans Espanyol saat Messi mengontrol bola. Jika diartikan kurang lebih berbunyi “Hei, Messi bayarlah pajakmu!,”. Dengan level kebintangan Messi yang luar biasa, maka segala harta yang dipunyai Messi pun tak luput dari pajak. Masalahnya Messi terkesan menghindari pajak yang otomatis menempel pada statusnya seorang bintang lapangan. Sementara itu, entrenador Barcelona Luis Enrique terkesan ‘menutup telinga’ mengenai kejadian yang menimpa Messi dan Neymar. Pria berusia 45 tahun tersebut seusia laga tak mau memperpanjang komentar soal apa yang terjadi. “Saya hanya akan menjawab mengenai kejadian dalam lapangan pertandingan. Saya tak mau beropini tentang satu hal yang tak saya ketahui,” ucap Enrique seperti diberitakan Marca. Enrique memang menjaga omongan karena masalah rasisme adalah salah satu hal yang dikampanyekan seluruh dunia untuk dihilangkan dari sepak bola dunia. (dra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: