Honda

RBI Pustaka Edukasi Jurnalistik Dasar, Sampai Beri Kesempatan Keliling Ruang Redaksi

RBI Pustaka Edukasi Jurnalistik Dasar, Sampai Beri Kesempatan Keliling Ruang Redaksi

MENYENANGKAN : Sebanyak 50 siswa siswi PKBM Ar Rosyid Purwokerto, mengikuti Pelatihan Jurnalistik Dasar, Senin (20/6) di Lantai 2 Graha Pena Radar Banyumas yang diselenggarakan oleh RBI Pustaka. (Aam Juni/Radarmas). PURWOKERTO - RBI Pustaka kembali memberikan edukasi soal literasi dan jurnalistik dasar. Kali ini salurannya lewat Pelatihan Jurnalistik Dasar yang diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ar Rosyid Purwokerto, Senin (20/6) di Lantai 2 Graha Pena Radar Banyumas. Pemateri pelatihan tersebut diisi oleh Redaktur Radar Banyumas sekaligus Direktur RBI Pustaka Bayu Indra Kusuma. Bayu mengatakan, pelatihan jurnalistik dasar muaranya adalah memberikan pemahaman awal soal dunia jurnalistik. "Hari ini kita lakukan pelatihan jurnalistik dasar, kita kemas secara santai dan menyenangkan karena pesertanya didominasi anak-anak sekolah dasar. Tapi pesan utamanya tetap kita dorong, yaitu edukasi jurnalistik dasar," kata dia. Lanjut, setelah pelatihan jurnalistik dasar peserta berkesempatan keliling ruang redaksi Radar Banyumas. Itu agar peserta bisa mengetahui secara langsung bagaimana proses pembuatan sebuah berita. "Pada akhir pelatihan, peserta juga kita ajak melihat mesin percetakan dan proses bagaimana koran dicetak," ucapnya. Sementara itu Kepala Sekolah PKBM Ar Rosyid Purwokerto Meiana Prihandayani Utami mengatakan, adanya pelatihan tersebut disambut dengan sangat positif. Pelatihan tersebut menurutnya memberikan pengalaman baru bagi siswa-siswi di PKBM Ar Rosyid Purwokerto. "Menarik buat referensi anak-anak soal jurnalistik dasar," ujarnya. https://radarbanyumas.co.id/rbi-pustaka-gelorakan-semangat-literasi-lewat-pelatihan-jurnalistik-dan-penulisan-cerita-fiksi/ Terlebih dengan kesempatan bisa melihat proses pembuatan berita dari awal sampai akhir, jadi ajang pembelajaran langsung yang menyenangkan. "Datang langsung dan mengamati langsung justru pengalamannya lebih terekam," pungkasnya. (aam).

Sumber: