Honda

Asuransi Gencarkan Dana Pensiun

Asuransi Gencarkan Dana Pensiun

Asuransi-Gencarkan-Dana-Pensiun JAKARTA – Momen perlambatan ekonomi dimanfaatkan industri asuransi untuk meningkatkan pengelolaan dana pensiun. Salah satunya adalah AXA Mandiri yang menyiapkan program dana pensiun khusus untuk membidik nasabah prioritas Bank Mandiri. President Director AXA Mandiri Jean Philippe Vandenschrick menyatakan, mayoritas eksekutif belum memiliki perencanaan keuangan yang baik untuk dia dan keluarganya. Karena itu, sekitar 80 persen eksekutif terancam mengalami kesulitan keuangan karena gaya hidup konsumtif dan investasi di instrumen yang keliru. ’’Banyak keluarga yang terpecah karena persoalan keuangan setelah orang tuanya meninggal,” katanya. Untuk menghindari kesulitan keuangan setelah tidak bekerja, eksekutif seharusnya berinvestasi di instrumen yang lebih konservatif di saat pasar keuangan yang tidak kondusif. Sementara itu, instrumen investasi yang lebih berisiko seperti saham dapat dipilih jika pasar membaik. Menurut Jean, investasi dana pensiun yang dirilis pihaknya kemarin khusus menargetkan nasabah premium Bank Mandiri. Jumlahnya hanya sekitar 30 ribu orang karena saldo minimalnya Rp 500 juta. Karena memiliki kemampuan keuangan, nasabah premium sangat berpotensi untuk berinvestasi di dana pensiun. Jean menyadari, saat situasi ekonomi melambat, pemilik uang lebih memilih konservatif dalam berinvestasi dan cenderung menyimpan uang tunai. Karena itu, dibutuhkan sentuhan khusus untuk meyakinkan nasabah tersebut. ’’Kami tekankan pada kondisi jangka panjang,” terangnya. Bagaimana pun kondisinya saat ini, tutur Jean, dalam jangka panjang, ekonomi Indonesia akan tumbuh membaik. Buktinya, saat kondisi ekonomi global lesu, perekonomian Indonesia tetap bisa tumbuh mendekati 5 persen. ”Bit slowly more smartly,” ujarnya. Director of In Branch Channel AXA Mandiri Tisye Diah Retnojati menambahkan, program itu dirilis untuk meningkatkan literasi keuangan. Apalagi, banyak masyarakat yang melek keuangan pun enggan berasuransi. Berdasar survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hanya sekitar 18 persen populasi Indonesia yang memahami pentingnya asuransi. Di antara jumlah tersebut, 11,8 persen memiliki polis asuransi. (gen/c5/noe)

Sumber: