Juventus vs AS Monaco - Tuntaskan Periode Rawan

Juventus vs AS Monaco - Tuntaskan Periode Rawan

TURIN – Satu kaki Juventus telah menjejak partai final Liga Champions. Itu seiring dengan kemenangan meyakinkan 2-0 di kandang AS Monaco, pada leg pertama semifinal pekan lalu (4/5). Karena itu, dengan target marjin tiga gol yang harus dikejar oleh Monaco ketika bertandang ke Juventus Stadium dinihari nanti, Juventus sejatinya cukup bermain pragmatis untuk mengamankan jalan menuju Cardiff. CLEANSHEET : Buffon menginginkan laga melawan Moncao di Leg Kedua Liga Champions bebas dari gol. Terutama dari Falcao, striker AS Monaco Tetapi, allenatore Juventus, Massimiliano Allegri, dengan tegas membantah anggapan tersebut. ”Masih ada leg kedua yang harus dimenangkan,” ujar Allegri, seperti dilansir Reuters. ”Peluang kami belum sepenuhnya aman. Begitupun, kans mereka belum sepenuhnya tertutup,” tutur pelatih 49 tahun itu. Ya, Allegri paham benar bahwa leg kedua merupakan periode yang paling rawan dalam sepak bola. Musim ini, tengok saja bagaimana publik global begitu kagum ketika Paris Saint-Germain (PSG), mampu menghancurkan tim terbaik dunia saat ini, Barcelona, empat gol tanpa balas di Parc des Princes (15/2). Namun, alih-alih bertahan, Barcelona dengan perkasa menghancurkan asa tim ibukota Prancis tersebut dengan skor tak kalah bikin geleng-geleng, 6-1, di leg kedua (9/3). Nah, Juve tentu paham benar dengan situasi ”menyeramkan” di leg kedua pada empat pertemuannya dengan wakil Prancis di fase semifinal seluruh kompetisi Eropa. Si Nyonya Tua, sebutan Juve, hanya berhasil memenangkan satu dari empat kali pertandimgan di leg kedua tersebut (selengkapnya lihat grafis). Apalagi, mental pasukan Turin itu tengah sedikit goyah. Sebab, alih-alih mengunci scudetto, mereka harus berbagi poin ketika menjamu rival sekota Torino, Minggu dinihari kemarin (7/5). Tidak hanya mengakhiri rekor 33 kemenangan beruntun Juve di kandang sejak musim lalu, beban mereka mulai berat lantaran harus memastikan gelar ketika menantang AS Roma di Olimpico Senin pekan depan (15/5). Sejarah pun mencatat bahwa Juve pun bisa tergelincir di kandangnya, lagi-lagi di leg kedua. Yakni saat menghadapi Hamburg SV di perempat final Piala UEFA 1989-1990 (0-2), dan 1-2 kontra Olympiacos di babak ketiga Piala UEFA, 1999-2000. Jangan lupa, Les Rouges et Blancs, sebutan Monaco, performanya tengah yahud dengan lesakkan 139 gol dalam 55 pertandingan di seluruh ajang musim ini. Itulah yang membuat Allegri tetap waspada pada dinihari nanti, dan tetap menurunkan kekuatan penuh. Beberapa pilar yang diistirahatkan ketika bentrok dengan Torino, seperti Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini, Dani Alves, Alex Sandro, maupun kapten Gianluigi Buffon, bakal bermain sejak menit pertama. Tuttosport mencatat, dicadangkannya Barzagli tatkala melawan Torino, membuat Allegri diprediksi kembali menggunakan trio BBC (Barzagli, Bonucci, Chiellini), dalam formasi 3-4-2-1. Alves dan Sandro bakal menempati sektor wing-back, dengan Paulo Dybala serta Mario Mandzukic akan menopang Gonzalo Higuain. Buffon pun meminta agar rekan-rekannya tidak lengah, dan habis-habisan dalam mengamankan keunggulan leg kedua. Maklum, sepanjang 22 tahun karir profesionalnya, dari berbagai gelar bergengsi yang telah diraih, kiper berjuluk Superman tersebut belum mengisi raknya dengan Si Kuping Besar, julukan trofi Liga Champions. ”Ini bakal menjadi kebahagiaan terbesar dalam perjalanan profesionalku jika mampu memenangkan Liga Champions,” terang Buffon dalam wawancaranya dengan situs resmi UEFA. Terpisah, le entraineur Monaco, Leonardo Jardim berujar bahwa gol cepat di awal laga bakal membuat jalannya pertandingan bisa berubah. ”Kami harus tetap tenang, dan menampilkan permainan terbaik kami,” ujar Jardim kepada Reuters. (apu)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: