Inter Milan v AC Milan - Della Madonnina Layaknya Final

Inter Milan v AC Milan - Della Madonnina Layaknya Final

Derby della Madonnina edisi ke-305 ini jika ditengok gengsi klasemen tak seakbar Juventus versus AS Roma menduduki dua posisi teratas Serie A. Atau Juventus lawan Napoli yang didalamnya ada drama Gonzalo Higuain karena menyeberang dari Italia selatan menuju Italia Utara musim panas lalu. Namun siapa sangka meski sekedar pertarungan tiket Europa League namun kontra kedua tim sekota tersebut masih menyedot perhatian yang luar biasa dari seluruh penjuru dunia. Dilaporkan Football Italia kemarin (14/4) sebanyak 862 juta orang di berbagai dunia akan menyaksikan laga ini. Dengan tingginya jumlah penonton itulah tak heran jika kemudian kedua tim akan diganjar pemasukan yang tinggi. Baik AC Milan atau Inter Milan akan menerima EUR 4 juta (Rp 56, 48 miliar) dari hak siar Derby della Madonnina kali ini. Angka tersebut mengalahkan rekor hak siar yang terjadi September lalu. Inter Milan akan melawan sang rival sekota AC Milan di giornata 32 Serie A Sabtu (15/4). Lebih dari sekadar adu gengsi, Derby della Madonnina kali ini sangat krusial, karena kedua tim sama-sama mengincar zona Eropa. Pada giornata sebelumnya, Inter secara mengejutkan takluk 1-2 di kandang Crotone. Posisi Inter di peringkat enam pun diambil alih oleh Milan yang menghajar Palermo di San Siro empat gol tanpa balas. Dengan Serie A hanya menyisakan tujuh giornata, setiap laga ibarat final. Oleh karena itu, Inter dan Milan sama-sama bertekad meraih kemenangan. Pasalnya, hasil imbang, apalagi kalah, bisa membuka jalan bagi Fiorentina untuk mendekat dan berpotensi membuat mereka makin tertinggal dari Lazio serta Atalanta. Bagi Inter, permainan mengecewakan seperti ketika ditekuk Crotone sama sekali tidak boleh terulang. Pasukan Stefano Pioli sebaiknya menjadikan kekalahan itu sebagai pelajaran sekaligus pemicu semangat untuk tampil lebih baik demi bisa memenangi derby. "Kami harus marah. Tim seperti kami tak boleh mengalami momen-momen seperti ini tanpa merasa kecewa. Kami harus menunjukkan determinasi kami dan belajar dari kesalahan. Kekecewaan itu (dari kekalahan melawan Crotone) harus kami ubah menjadi energi positif agar bisa main bagus (melawan Milan)," kata gelandang Inter Roberto Gagliardini seperti dikutip Football Italia. Dalam tiga laga terakhirnya, Inter imbang 2-2 melawan Torino, lalu berturut-turut ditekuk Sampdoria dan Crotone 1-2. Sementara itu, Milan tak terkalahkan dalam tiga laga, yakni menang 1-0 vs Genoa, imbang 1-1 vs Pescara dan menang 4-0 vs Palermo. "Kami harus memberikan segalanya tanpa memikirkan poin di klasemen, siapa yang favorit, atau siapa yang bertindak sebagai tuan rumah. Namun, jika melihat klasemen, derby ini sangat penting. Kedua tim sama-sama mengincar Eropa, jadi ini akan sangat krusial," kata bek sayap Milan Mattia De Sciglio kepada Milan TV. Pada pertemuan pertama di Serie A musim ini, dengan Milan sebagai tuan rumah, duel berkesudahan imbang 2-2. Pasukan Vincenzo Montella unggul lewat Suso, lalu dibalas oleh Antonio Candreva, dan kembali memimpin lagi-lagi berkat gol Suso. Kemenangan Milan musnah setelah Ivan Perisic mencetak equaliser saat injury time. Derby kali ini bakal lebih sengit dan ketat. Inter bertekad melampiaskan amarah karena tak pernah menang dalam tiga partai terakhirnya, sedangkan Milan mengusung form yang lebih menyakinkan. Salah satu harus keluar sebagai pemenang.(*/dra/dns/ttg)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: