Peduli Kekeringan, Gruop GRTL Sumbang Air
BAGI AIR : Pembagian air bersih kepada masyarakat. Bantuan air bersih diberikan oleh Group Gombong Raya Truck Lovers (GRTL).ISTIARTO FOR EKSPRES
KEBUMEN - Kekeringan yang melanda Kabupaten Kebumen juga mendapat perhatian dari Group Gombong Raya Truck Lovers (GRTL). Group yang dipimpin oleh Sugeng Gober tersebut melaksanakan bakti sosial dengan membagikan air bersih ke beberapa wilayah, beberapa waktu lalu.
Uniknya bantuan air tidak dilaksanakan menggunakan mobil tanki, melainkan truk dan dump. Untuk truk air dibawa menggunakan tanki air. Sedangkan truk dump membawa air dengan bak dilapisi terpal. Air dibagi ke Dukuh Karangwatu, Karangjambu, Pejaten, Desa Tunjungseto Kecamatan Sempor dan Desa Tugu Kecamatan Buayan.
Adanya bantuan air disambut dengan suka cita oleh masyarakat. Pasalnya air menjadi hal yang sangat penting di tengah-tengah musim kemarau ini. Warga telah menyediakan berbagai wadah penampung air meliputi jerigan, ember dan lain sebagainya. Selain langsung ke masyarakat, bantuan air juga diberikan melalui bak penampunngan air yang telah ada di desa tersebut.
Salah satu anggota GTRL Istiarto (39) menyampaikan, banyak sekali warga yang membutuhkan air. Group GRTL melaksanakan bakti sosial untuk membantu sesama. “Air yang dibagikan berasal dari PDAM Sempor,” tuturnya.
Jumlah air yang diberikan mencapai 15 rit, atau setara dengan 30 ribu liter air. Bantuan yang diberikan tentunya belum memadai dengan kebutuhan yang ada. “Untuk itu kami juga berencana akan kembali memberikan bantuan,” jelasnya.
Sementara itu adanya kekeringan juga membuat warga mengambil air sungai untuk keperluan mandi dan mencuci. Warga juga membuat sumur kecil (belik) di tepi sungai untuk diambil airnya.
Mengambil air sungai dilakukan oleh sebagian warga Desa Kejawang Kecamatan Sruweng. Beberapa warga mencuci baju dan mandi di sungai, sementara sebagian lainnya mengambil air sungai menggunakan pompa air untuk disalurkan ke rumah atau pekarangan. Air yang dikonsumsi diambil dari belik atau sumur. Sedangkan yang diambil dari sungai digunakan untuk keperluan selain konsumsi.
Solikhin (35) warga RT 1 RW 2 Desa Kejawang saat ditemui Ekspres mengemukakan, setiap musim kemarau warga selalu memanfaatkan air sungai. Air digunakan untuk menyirami tanaman atau keperluan lainnya. Sedangkan untuk konsumsi diambil dari belik. “Setiap kemarau selalu seperti ini,” tuturnya.
Kepala Desa Kejawang Sadimin menegaskan, sebagai dari warga Kejawang menggunakan air dari Pamsimas. Sedangkan sebagian lain menggunakan sumur dan sumber air lainnya. Untuk itu hingga kini pihaknya belum meminta bantuan air ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Masih cukup, masyarakat juga belum meminta bantuan air,” jelasnya.
Kasi Kadaruratan dan Logistik BPBD Kebumen Drs Muhyudin menyampaikan, bantuan air yang diberikan hingga (15/8) mencapai 316 tanki. Bantuan diberikan sebanyak 81 tanki setiap minggunya. Kuota bantuan air di BPBD Kebumen tahun 2018 sebanyak 1.450 tanki. dengan anggaran Rp 350 juta termasuk transportasi dan lainnya. “Dari perkiraan BMKG musim kemarau akan berlangsung hingga pertengahan Oktober,” katanya.
Bantuan air, lanjutnya, diberikan ke 34 desa dalam 11 kecamatan. Beberapa kecamatan itu yakni Buayan, Rowokele, Sruweng, Pejagoan, Alian dan Karangsambung. Selain itu yakni Kecamatan Poncowarno, Kebumen, Karanggayam, Ayah dan Sempor. “Masyarakat diharapkan menjaga kelestarian lingkungan termasuk menjaga pohon dan mata air. Beberapa tanaman pengikat air yang penting untuk ditaman diantaranya Beringin, Ipik, Gayam, Elo,” ucapnya. (mam)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
