Banner v.2

Hujan Es Terjadi di Wanayasa Banjarnegara, Ini Kata BMKG

Hujan Es Terjadi di Wanayasa Banjarnegara, Ini Kata BMKG

ES: Butiran es saat hujan mengguyur wilayah Banjarnegara atas, Rabu (15/9). BANJARNEGARA - Butiran es berjatuhan saat hujan disertai angin mengguyur wilayah Banjarnegara atas, Rabu (15/9). Fenomena alam ini berlangsung singkat. https://radarbanyumas.co.id/kecelakaan-pasutri-dan-bayi-delapan-bulan-meninggal-setelah-nyungsep-ke-jurang-di-kalibening-banjarnegara/ Guru SMKN 1 Wanayasa Hafid Suharyanto mengaku kaget saat mendengar bunyi hujan yang tiba-tiba keras. Ketika dilihat, ternyata selain air juga ada butiran es sebesar biji kacang tanah. “Tadi pas di sekolah tiba-tiba bunyi hujannya keras. Pas keluar ternyata ada butiran es,” kata dia. Hafid mengatakan, hujan es terjadi saat hujan deras dengan angin kencang. Namun, hujan es tidak berlangsung lama. Hanya sekitar lima menit. Setelah itu kembali hujan seperti biasa. "Awalnya hujan deras mulai pukul 12.00 WIB. Disusul angin kencang. Sekitar pukul 13.00 WIB terjadi hujan es. Tapi tidak lama hanya sekitar lima menit. Setelah itu hujan seperti biasa," paparnya. Karena butiran es yang jatuh berukuran kecil, tidak sampai menyebabkan kerusakan atap sekolah maupun kerusakan lainnya. "Tidak sampai terjadi kerusakan. Hanya suaranya keras tapi tidak sampai merusak,” terangnya. Seorang warga Desa Wanaraja Kecamatan Wanayasa, Yugo mengatakan, sebelum terjadi hujan es, suhu udara terasa lebih panas dari biasanya. "Pagi tadi rasanya panas. Tapi pas hujan es suhunya biasa saja. Dan sekarang setelah hujan reda panas lagi,” jelasnya. Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan, hujan es merupakan fenomena yang wajar terjadi saat musim pancaroba. Menurut dia, Banjarnegara memasuki musim penghujan pada akhir September mendatang. "Jadi kalau sekarang sedang masa transisi. Dimana kalau masa transisi, kalau pagi sampai siang suhunya semakin meningkat dan awan mendung terus," jelasnya. Perubahan suhu dari panas menjadi dingin saat hujan ini, berpotensi menimbulkan hujan es, angin puting beliung dan angin kencang. "Biasanya setelah hujan es atau puting beliung, turun hujan lebat," ungkapnya. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie menjelaskan, berdasarkan analisa sementara, fenomena hujan es tidak berbahaya. Sehingga pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir. (drn)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: