Pendapatan PKL RSUD Banjarnegara Turun Drastis

BANJARNEGARA - PKL yang berjualan di eks kantor Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Banjarnegara mengeluh. Pasalnya sejak direlokasi, dagangan mereka menjadi sepi. Sehingga omzet turun drastis dibandingkat ketika masih berjualan tempat sebelumnya atau di sekitar RSUD.
Seorang pedagang sate Arifin mengeluh lantaran sejak dipindah dagangannya sepi pembeli. "Pindahnya Agustus lalu, sudah sebulanan. Setelah dipindah sepi banget," kata dia. Bahkan pada saat awal, tidak ada satupun pembeli alias tidak laku sama sekali.
Ketika masih berjualan di depan RSUD, dalam sehari bisa menghabiskan 10 kilogram daging atau sekitar 800 sampai 900 tusuk. Sedangkan saat ini, bisa laku dua kilogram saja sudah sangat bagus. Di lokasi sekarang, pembeli melalui ojek online juga jarang. "Kalau dulu, banyak pesanan melalui ojek online.Tapi kalau sekarang tidak," ujarnya.
Menurut dia, sepinya pembeli karena jarang sepeda motor pengunjung RSUD yang masuk ke area parkir yang satu lokasi dengan lahan relokasi PKL. Menurut dia, pada perjanjian awal semua sepeda motor masuk ke area parkir di eks gedung DKK. Namun kenyataannya banyak sepeda motor yang parkir di depan dan utara RSUD. "Depan IGD ada, depan rumah sakit juga ada," paparnya.
Keluhan juga disampaikan oleh Sri Rahayu. Pedagang nasi goreng ini mengaku omzetnya menurun hingga 90 persen. "Penyebabnya terlalu ke dalam. Kalau lokasinya si enak dan nyaman. Tapi karena jarang yang masuk area parkir, jadi sepi," paparnya. Kalaupun mobil pembesuk parkir di area parkir, penumpangnya diturunkan di jalan yang dekat dengan pintu masuk RSUD.
Menurut dia, dengan pindahnya PKL memunculkan banyaknya pedagang baru. Selain itu, PKL yang berjualan di selatan RSUD juga masih diperbolehkan berjualan di trotoar. "Kalau tidak ada tindakan, kami akan ke trotoar lagi," kata dia.
Kasat Pol PP Banjarnegara Esti Widodo mengatakan pihak terkait telah dikumpulkan dan dihasilkan kesepakatan untuk mengatasi keluhan PKL. Antara lain agar parkir di jalan dibatasi. Ketika sudah penuh, kendaraan agar parkir masuk ke eks DKK. Terkait keberadaan PKL di selatan RSUD, juga sedang dipertimbangkan apakah akan dimasukkan ke eks DKK. PKL yang berjumlah sembilan ini, saat ini masih menempati trotoar. Hal yang juga penting, agar pintu di sebelah utara RSUD dibuka saat jam besuk. Sehingga pengunjung yang parkir di eks DKK tidak perlu berjalan memutar. (drn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: