Pasar Majenang Kian Sepi

Pasar Majenang Kian Sepi

SEPI : Pedagang pasar Majenang mengeluh karena pasar kian sepi sejak wabah Corona melanda Kabupaten Cilacap. (HARYADI NURYADIN/RADARMAS) MAJENANG - Pasar Majenang tak luput dari pengaruh penyebaran virus Corona. Kondisi pasar tiap hari terasa makin sepi dan dijauhi pengunjung. Bahkan, pasar tradisional terbesar di wilayah barat Kabupaten Cilacap, sepi dari aktifitas perdagangan sejak pukul 11.00. "Jam sebelas sudah sepi," ujar Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Majenang, Tatang Samsudin Koyon, Jumat (3/4) kemarin. Dia membandingkan, sebelum merebaknya Covid19 pasar masih tetap ramai sampai tengah hari. Pasar baru terasa lebih lengang pada pukul 13.00 atau 14.00. Hal ini sangat wajar karena mayoritas pembeli memburu kebutuhan pokok. Seperti sayuran, daging, telur dan ikan. Komoditas seperti ini selalu diburu pembeli pada pagi hari. "Jam dua baru mulai sepi," katanya. Saat ini, pasokan kebutuhan pokok masyarakat tergolong masih memadai. Terutama komoditas yang disuplay pengusaha lokal. Seperti telur, daging sapi dan ayam. Mayoritas komoditas ini dipasok pengusaha dari Kecamatan Majenang, Cimanggu dan Wanareja. "Daging dan telur masih aman karena suplai lokal," katanya. Data yang dipegang petugas Pasar Majenang juga menunjukkan hal serupa. Saat ini pasokan dan harga kebutuhan pokok masih stabil. Seperti harga gula pasir. Komoditas pemanis ini harga jualnya mencapai Rp 15.800 per KG. Sementara bawang putih dihargai Rp 37 ribu per KG. (har)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: