Dokter Putu Dilantik Jadi Direktur RSI Fatimah Cilacap

Acara pelantikan Direktur Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap, Minggu (22/3)
PURWOKERTO-Kolonel (CDM) Dr. dr. Putu Wasi Nugroho, Sp.Onk., M.A.R.S, diangkat dan dilantik menjadi Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Fatimah Cilacap, Minggu (22/3) lalu.
"Pengakatan direktur baru demi kelancaran perpanjangan perizinan sehingga layanan kepada masyarakat tetap berkelanjutan," kata pendiri Yarusi H. Muhaddin Dahlan sekaligus yang melantik.
Muhadin, saat ditemui seusai melantik, mengharapkan kepada direktur yang baru dilantik, diminta segera bisa membenahi, dan menata kembali RSI Fatimah CIlacap. Hal ini lantaran Rumah Sakit Islam Fatimah selama sembilan tahun ini di bawah pengurusan yayasan orang lain.
Muhaddin merupakan satu-satunya pendiri Yarusi Cilacap yang masih hidup mengangkat dan melantik dr Putu berdasarkan Surat Keputusan Pendiri/Pengurus Yarusi Cilacap Nomor 001/SK.YARUSI-CLP/II/2020 tanggal 15 Februari 2020 serta surat mandat dari nazir dengan Nomor 001/SK.NAZHIR/CLP/II/2020 tanggal 12 Februari 2020.
Ia, menjelaskan pengelolaan RSI Fatimah oleh yayasan lain (Yayasan Rumah Sakit Islam Fatimah/Yarusif Cilacap) dilakukan dengan tidak melalui landasan Undang-Undang Yayasan maupun anggaran dasar rumah sakit.
"Kita minta untuk mediasi tetapi tidak pernah diterima sampai berjalan hari ini masih proses (gugatan di Pengadilan Negeri Cilacap dan izinnya (izin penyelenggaraan rumah sakit) tidak bisa diperpanjang, berakhir tanggal 27 Maret 2020," katanya.
Kemudian jika izin tersebut sudah habis, maka secara otomatis rumah sakit itu harus ditutup.
Menurutnya perpanjangan izin penyelenggaraan rumah sakit tersebut tidak bisa dilakukan karena diajukan oleh yayasan yang saat sekarang mengelola RSI Fatimah Cilacap, bukan diajukan oleh Yarusi Cilacap.
Sedang yang tercantum pada surat izin dari Dinkes Kabupaten Cilacap adalah Yarusi, sehingga Dinkes tidak mau memperpanjang karena namanya berbeda.
Berkaitan dengan yayasan lain yang sedang berupa memperpanjang izin penyelenggaraan RSI Fatimah Cilacap, Muhaddin mengatakan direktur yang baru dilantik telah menyatakan kesiapannya untuk membicarakan masalah tersebut dengan Dinkes Kabupaten Cilacap, Bupati Cilacap, dan pihak lainnya.
Direktur RSI Fatimah Cilacap yang baru dilantik, Kolonel (CDM) Dr. dr. Putu Wasi Nugroho, Sp.Onk., M.A.R.S. mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah membenahi manajemen rumah sakit tersebut.
Ia akan menilai kelayakan personel yang selama ini menangani manajemen RSI Fatimah Cilacap dan nantinya bakal disesuaikan dengan bidangnya masing-masing.
Selanjutnya ia akan, membenahi fasilitas apa yang ada di situ, kemudian setelah itu baru saya ingin mengembangkan rumah sakit ini nanti mau saya bawa ke mana. "Mudah-mudahan bisa meningkat statusnya dari sekarang yang tipe C bisa menjadi tipe B," pungkasnya. (ali/rdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: