Banner v.2

Realisasi Pendapat Daerah 2018 Lampaui Target

Realisasi Pendapat Daerah 2018 Lampaui Target

SERAHKAN LPJ : Bupati Cilacap menyerahkan Laporan Pertanggung Jawaban APBD Kabupaten Cilacap tahun anggaran 2018 kepada Ketua DPRD Cilacap, Taswan. RAYKADIAH/RADARMAS CILACAP- Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengungkapkan, realisasi pendapatan daerah yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Cilacap sepanjang tahun 2018 mencapai Rp 3,072 Triliun. Dia mengatakan, taget pendapat daerah tersebut mencapai 100,75 persen dari target yang ditatapkan sebesar Rp 3,049 Triliun. "Bila dibandingkan dengan realisasi pendapatan daerah tahun anggaran 2017 sebesar Rp 3,067 Triliun, maka terdapat kenaikan sebesar Rp 4,837 miliar atau sebesar 0,16 persen," kata dia dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Cilacap, Kamis (20/6) kemarin. Dia menjelskan, pendapatan daerah tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Tahun 2018 target PAD Kabupaten Cilacap sebesar Rp 497,35 Miliar, realisasinya mencapai Rp 527,57 Miliar atau mencapai 106,08 persen. "Secara keseluruhan realisasi pendapatan daerah melebihi dari target yang telah ditetapkan. Kalau kita lihat per rekening penerimaan, beberapa obyek pendapatan daerah yang telah mencapai target," ujarnya. Menurutnya, tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, penyumbang PAD yang terbesar berasal dari pendapatan pajak daerah. Di antaranya penerimaan pajak penerangan jalan, pajak bumi dan nangunan perdesaan dan perkotaan, pajak mineral bukan logam dan batuan. "Dianggarkan sebesar Rp 167,33 Miliar, realisasinya mampu melebihi target yakni Rp 185,94 Miliar atau mencapai 111,12 persen," ungkapnya. Sedangkan untuk retribusi daerah disumbang oleh retribusi pelayanan kesehatan dan retribusi izin mendirikan bangunan. Dianggarkan sebesar Rp 44,16 Miliar, realisasinya mencapai Rp 43,48 Miliar atau mencapai 98,47 persen. "Untuk pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Dengan kontribusi paling besar dari bagian laba Lembaga Keuangan Bank Jateng, PDAM Tirta Wijaya dan BPR/BKK Cilacap mencapai Rp 18,45 Miliar," kata dia. Sementara, lain-lain PAD yang sah, dianggarkan sebesar Rp 267,80 Miliar, realisasinya mencapai Rp 279,69 Miliar. Kontribusi terbesar di antaranya dari pendapatan BLUD RSUD Cilacap dan BLUD RSUD Majenang, Dana Kapitasi JKN pada FKTP dan penerimaan jasa giro serta pendapatan bunga deposito. "Peningkatan PAD dimaksud, disamping merupakan indikator kekuatan dan kemandirian daerah, juga merupakan komponen yang paling memungkinkan untuk dioptimalkan dan terus ditingkatkan penerimaannya," kata Tatto. (ray/din)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: