Produksi Gula Jawa Turun Drastis

Produksi Gula Jawa Turun Drastis

OLAH : Sejumlah warga di Desa Pagubungan Kecamatan Binangun sedang mengolah nira menjadi gulan Jawa. RAYKA DIAH/RADARMAS CILACAP- Produksi gula Jawa dari daerah Binangun, pada musim kemarau ini menurun sebagai dampak rendahnya produksi nira. Ironisnya, saat produksinya menurun produsen gula kelapa terpukul dengan anjloknya harga gula jawa di pasaran. "Harga dari pengepul memang sudah rendah. Katanya sedang tidak banyak pembeli. Kalau musim kemarau produksi menurun, namun hasilnya atau kualitasnya malah lebih bagus," ujar seorang petani gula Jawa di Desa Pagubungan Binangun, Jiman Harga gula Jawa yang saat normal sempat mencapai Rp 13 ribu per kilogam, pada kemarau ini anlokdi kisaran Rp 9 ribu per kilogram. Kondisi ini mengakibatkan produsen gula kelapa kelimpungan. Produksi gula Jawa milik Jiman dalam sehari pada musim kemarau hanya mencapai 50 kilogram. Padahal kalau musim hujan, produksi bisa mencapai satu ton. Petani gula jawa lainnya, Sakinah menjelaskan, saat musim hujan lebih mudah untuk memperoleh air nira. "Pada musim hujan, saya biasa mengasilkan enam kilogam gula, kalau musi kemarau ini cuma tiga kilogram," ujarnya. Para petani gula Jawa di daerah Binangun hanya mendapatkan keuntungan antara Rp 500-1000 dari pengepul. Jika musim kemarau seperti ini, mereka hana mendapatkan keuntungan sebesar Rp 500. (ray/din)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: