Banjir Lagi, Puluhan KK Mengungsi

Banjir Lagi, Puluhan KK Mengungsi

CILACAP - Hujan sepanjang Senin (13/11) siang hingga malam kemarin, mengakibatkan bencana banjir dan tanah longsor. Longsor terjadi di Desa Mandala Kecamatan Cimanggu, sementara banjir kembali menggenangi Kecamatan Sidareja dan Gandrungmangu. Sementara warga Desa Panikel Kecamatan Kampung Laut merasakan genangan akibat meluapnya Sungai Cimeneng yang dalam proses perbaikan tanggul. Informasi yang dihimpun Radarmas menyebutkan, air mulai masuk ke perkampungan warga Selasa dini hari kemarin, sekitar pukul 00.00. BANJIR LAGI : Sidareja kembali dikepung banjir dan mengakibatkan 31 KK mengungsi. Sejumlah anak sekolah terpaksa melewati genangan air untuk menuju sekolah mereka. ISTIMEWA Akibat kejadian ini, 31 Kepala Keluarga (KK) bertahan di tiga lokasi pengungsian berbeda, masing-masing berada di Panti Yos Sudarso, Aula Koramil dan mushola Kecamatan Sidareja. Selain itu, 2 KK di Desa Mandalak Kecamatan Cimanggu yang harus mengungsi karena rumah mereka tertimpa tanah longsor. "Ada tiga puluh satu KK yang mengungsi," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara melaui Kepala UPT BPBD Sidareja, Agus Sudaryanto, Selasa (14/11) kemarin. Dia mengatakan, banjir di Kecamatan Sidareja dan Gandrungmangu terjadi karena luapan Sungai Kali Dawa. Sumber luapan karena tanggul sudah rata dengan halaman rumah. Hingga tiap hujan deras air dipastikan mengalir bebas ke perkampungan warga. Luapan air ini kemudian menggenangi Desa Sidareja, Gunungreja hingga sampai ke Desa Wringin Harjo Kecamatan Gandrungmangu. "Penyebab banjir karena luapan Sungai Kali Dawa," ujarnya melalui sambungan telepon. Dia mengatakan, sampai siang kemarin ketinggian air belum banyak berubah. Ketinggian air antara 50 cm hingga 1 M di pekarangan warga. Sementara di dalam rumah, air mencapai 10 cm hingga 40 cm. Dilaporkan ada ?210 unit rumah yang terendam di Desa Sidareja dan Gunungreja. "Ketinggian air masih tetap," jelasnya. Sekolah di Kecamatan Sidareja tidak luput dari banjir. Masing-masing adalah SD N 03 dan 04 Sidareja, SD N 02 Gunungreja, MTs Nurul Amin Al Hidayah serta SMK Nasional. Tinggi genangan disana antara 10 cm hingga 20 cm. Untuk sementara, siswa terpaksa diliburkan karena ruang kelas terendam air. Kepala Desa Mandala Kecamatan Cimanggu, Anton Sujarwo mengatakan, tanah longsor disana mengakibatkan 4 rumah terdampak dan 2 diantaranya tergolong parah. Masing-masing milik Nizar Rohman dan Warsan. Kedua tembok rumah ini jebol akibat terjangan tanah longsor dan memaksa kedua keluarga untuk mengungsi ke kerabat terdekat. Mereka mengalami kerugian senilai Rp 30 juta dan Rp 20 juta. Sedangkan rumah milik Maman dan Robiin masih bisa ditempati karena hanya mengalami rusak ringan. "Ada dua yang rusak cukup parah hingga memaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat," ujar dia. Kemarin, warga bersama aparat terkait menggelar kerja bakti untuk membersihkan material longsor yang masuk ke rumah korban. Untuk sementara, rumah milik Nizar Rohman dan Warsan belum bisa ditempati karena tembok jebol dibagian belakang. "Tadi (kemarin) sudah kerja bakti," tandasnya. (har/din)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: