2022, Kecamatan Rembang Purbalingga Bakal Punya Alun-Alun
CALON ALUN-ALUN: Calon lokasi alun alun Rembang yang diharapkan bisa terwujud pada 2022. DOK RADRAMAS
PURBALINGGA - Rencana pembangunan Alun-Alun Kecamatan Rembang sebagai komitmen Pemerintah Kabupaten Purbalingga, menjadikan Rembang kota keempat semakin ada titik terang. Rencananya pada tahun 2022, akan dimulai realisasi fisik. Tahun ini masih persiapan termasuk perizinan yang ditentukan.
https://radarbanyumas.co.id/warga-losari-rembang-ingin-ada-alun-alun-desa/
“Detail Engineering Design sudah siap dan rencana akhir tahun sudah selesai persiapan, dan tahun 2022 direalisasikan,” tutur Kabid Cipta Karya DPU PR Purbalingga M Helmi Setijadi.
Secara umum, model alun-alun dibuat mirip alun-alun Purbalingga. Yaitu melingkar dan berada di lokasi yang saat ini terbagi dua di depan kantor Kecamatan Rembang. Harapannya, saat semua sudah siap maka tahun depan bisa direalisasi.
Camat Rembang Revon Haprindiat mengatakan, saat melihat desain lama, bagian depan kantor Kecamatan Rembang sebagai lokasi alun-alun. Bentuknya akan menjadi satu, tidak ada jalan terbelah di tengah.
“Mirip model alun-alun Purbalingga. Namun gambar atau desain selanjutnya seperti apa, kami belum tahu lebih lanjut,” katanya.
Revon sepakat jika wilayahnya menjadi layaknya perkotaan. Karena infrastruktur sudah mendukung. Kedepan, jika benar akan direalisasikan maka akan sangat berpotensi berkembangnya tingkat kesejahteraan masyarakat.
Komitmen Pemkab Purbalingga menjadikan Rembang salah satu kota di Purbalingga juga dibuktikan dengan dikucurkannya anggaran di tahun-tahun sebelumnya miliaran rupiah.
Dana itu digunakan untuk pembangunan prasarana, diantaranya jalan raya Rajawana-Bantarbarang, Rajawana-Panusupan- Sitangkil, dan juga jalur Bantarbarang-Pengadegan.
Selain alun-alun, gagasan lain yang sudah dirasakan yakni bangkitnya monumen tempat lahir (MTL) Jenderal Soedirman yang pengelolaannya sudah dialihkan ke Perumda Owabong menjadi Poin Soedirman.
Adanya rencana dibangun alun-alun bundar juga diharapkan semakin memperlancar arus lalulintas saat di lokasi MTL, saat ada kegiatan skala besar.
“Infrastruktur jalan saat ini sudah mengalami pelebaran mulai dari 7 sampai 9 meter. Pelebaran jalan sudah dilakukan sejak tahun 2017 silam di sejumlah wilayah kecamatan. Kemudian akses dan fasilitas seperti lampu penerang jalan, hotmix jalan aspal dan infrastruktur lainnya,” terangnya. (amr)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
