Banner v.2

Hujan Dua Jam, Perkotaan Tergenang

Hujan Dua Jam, Perkotaan Tergenang

TERGENANG : Jalan belakang SMPN 2 Purbalingga tergenang air setelah hujan turun. AMARULLAH NURCAHYO/RADARMAS PURBALINGGA - Hujan yang mengguyur kota Purbalingga dan sekitarnya, kemarin (7/5) dan sehari sebelumnya, memunculkan genangan di sejumlah titik. Padahal gorong-gorong saluran drainase di kota sudah diperbaiki, dan dinilai sudah bisa menampung air hujan. Genangan yang kerap terjadi seperti di pertigaan Kompo Purbalingga. Meski nantinya surut, namun genangan membahayakan karena berada di tikungan dari arah barat. Sudarno, salah satu warga Purbalingga mengatakan, jalan di perkotaan banyak yang masih tergenang air bila hujan. "Kalau dimungkinkan, disedot saja pakai pompa air. Karena genangan tidak meluas, jadi bisa dikondisikan untuk disedot,” ungkapnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purbalingga Ir Sigit Subroto MT menuturkan, munculnya genangan bukan pada drainase. Namun pada jaringan masuk (inlet) yang langsung terhubung ke aspal. "Mungkin lubang tertutup atau mampet. Kalau sesuai spesififkasi, dimensi saluran atau jaringan drainase yang baru sudah diperhitungkan matang. Tidak mungkin tidak bisa menampung air hujan dalam jumlah besar. Hanya kemungkinan besar persoalannya ada di lubang masuk yang mampet,” tuturnya. Untuk genangan di jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jateng seperti di Mayjend Sungkono Kalimanah, DPU PR hanya membantu dan melaporkannya. “Kalau di jalan kabupaten tetap kita tangani. Kalau provinsi akan segera kami koordinasikan,” tambahnya. Pantauan Radarmas, genangan akibat hujan deras sering terjadi di Jalan Babakan Kalimanah. Khususnya di ruas jalan ke arah Klapasawit dan Perumahan. Kemudian di komplek belakang SMPN 2 Purbalingga dan Jalan Mayjend Sungkono Kalimanah. (amr/sus)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: