Talud dan Badan Jalan Kabupaten Longsor, Akses Roda Empat Banyumas - Binangun Dialihkan
Pengguna jalan melintasi talud dan badan jalan longsor di jalan kabupaten ruas Banyumas-Binangun di Desa Pekunden, Senin, 27 Juni. (FIJRI/RADARMAS)
BANYUMAS - Tebing jalan kabupaten ruas Banyumas-Binangun Sta 0+300 longsor atau ambrol di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas tepat di area tikungan.
Kepala UPTD PU Wilayah Banyumas Yudi Aryanto menjelaskan longsor disebabkan intensitas hujan tinggi pada Minggu (26/6) pukul 19.10 wib. Curah hujan 89 mm. Juga, struktur tanah labil.
Luapan dari Sungai Banyumas dan Sungai Karangturi. Sehingga air mengalir pada drianase atau saluran pembuangan yang berada di samping ruas jalan Banyumas-Binangun.
Saluran tidak mampu menampung debit air yang cukup banyak. Hal tersebut mengakibatkan tergerusnya pasangan talud.
"Badan jalan longsor dan akses jalan kabupaten terancam putus," terang Yudi, Senin (27/6).
Panjang longsor sepuluh meter dan tinggi dua meter. Potensi terjadi longsor susulan juga mengancam jembatan.
Tim Reaksi Cepat UPTD PU Wilayah Banyumas berkoordinasi dengan stakeholder, menginventarisasi kerusakan, dan membuat laporan kejadian bencana.
Lalu, UPTD melakukan penanganan darurat dengan membuat pagar pengaman dan memasang rambu peringatan.
https://radarbanyumas.co.id/duka-longsor-tiga-orang-tertimpa-material-reruntuhan-rumah-ibu-dan-balita-meninggal-tertimpa/
"Jalan hanya untuk kendaraan roda dua. Sedangkan roda empat sementara jalur dialihkan lewat ruas jalan Kalisube- Pasinggangan, SMPN 4 Banyumas," papar Yudi.
UPTD mengusulkan penanganan permanen. Yakni pembuatan talud jalan dan pengurugan badan jalan dengan panjang sepuluh meter dan tinggi dua meter. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

