Minta Win-win Solution, Pengelola Butuh Pembagian Pelanggan Hanggar
HANGGAR: Karyawan melakukan pemilahan sampah di Hanggar Sumpiuh. FIJRI/RADARMAS
SUMPIUH - Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pembuangan Sampah Terpadu Reduce, Reuse dan Recycle (TPST 3R) Hanggar Sumpiuh butuh kepastian. Ketika kelak hanggar baru yang dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyumas mulai beroperasi.
Salah satunya hanggar yang dibangun di Desa Kedunggede Kecamatan Banyumas. Sementara itu, Kecamatan Banyumas merupakan salah satu dari enam wilayah kerja Hanggar Sumpiuh.
"Kami minta win-win solution. Bagaimana yang terbaik agar semua hanggar dapat berjalan. Apakah kami harus menyerahkan semua pelanggan yang ada di Kecamatan Banyumas dengan konsekuensi pengurangan pendapatan Hanggar Sumpiuh?" papar Ketua KSM Hanggar Sumpiuh Sunardi, Rabu (8/7).
Opsi lain dalam win-win solution adalah pembagian pelanggan yang ada di Kecamatan Banyumas. Sunardi menilai perlunya menimbang pembagian persentase pelanggan ada. "Tapi, belum tahu juga nanti bagaimana pembagian wilayah untuk hanggar baru dan Sumpiuh. Sampai saat ini dinas belum ada koordinasi untuk membahas pelanggan," imbuh Sunardi.
Di Kecamatan Banyumas terdapat dua rumah sakit yang berlangganan sampah domestik ke Hanggar Sumpiuh. Keberadaan dua rumah sakit hingga kini menjadi sumber pendapatan yang relatif besar untuk hanggar.
Setiap hari, sampah domestik dari rumah sakit masuk ke hanggar. Satu rumah sakit lainnya, pengangkutan sampah secara berkala. Sementara itu, Hanggar Sumpiuh memiliki sembilan orang karyawan pemilah sampah. Guna meningkatkan efektivitas pemilahan, pemulung dipersilahkan ke hanggar.
Salah satu karyawan pemilah sampah, Mu'minah mengatakan kedatangan pemulung dapat membantu mempercepat pemilahan sampah. Pemulung mengambil rongsok dan sampah plastik. "Satu orang pemulung yang selalu ke hanggar. Status bukan karyawan hanggar," tandasnya. (fij)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
