Banner v.2

Penanganan ATS di Banyumas Dipercepat, Sekolah dan PKBM Jemput Sasaran

Penanganan ATS di Banyumas Dipercepat, Sekolah dan PKBM Jemput Sasaran

Rapat koordinasi soal penanganan anak tidak sekolah di Tambak Banyumas untuk dipercepat dengan jemput sasaran melalui sekolah swasta dan PKBM.-FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID — Penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kecamatan Tambak terus dipercepat menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Sekolah swasta dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) mulai bergerak menjemput sasaran agar kembali mengenyam pendidikan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari program pengentasan ATS yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Dukungan sekolah swasta dan PKBM dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan bagi anak putus sekolah.

Dalam sistem penerimaan murid baru jenjang sekolah menengah atas tahun ajaran 2026/2027, tersedia jalur afirmasi untuk ATS. Kebijakan itu membuka peluang lebih besar bagi anak putus sekolah untuk kembali masuk pendidikan formal.

Meski sistem mulai mendukung, berbagai kendala masih ditemukan di lapangan. Berdasarkan data yang telah diverifikasi, Kecamatan Tambak tercatat memiliki 177 ATS.

Penjabat Kepala Desa Gumelar Lor, Muhamad Ali Zinah, mengatakan persoalan ekonomi masih menjadi salah satu hambatan utama. Bahkan terdapat ATS yang belum bisa mengambil ijazah di sekolah karena keterbatasan biaya.

“Permasalahan ekonomi, ada ATS di desa kami yang ijazahnya belum bisa diambil di sekolah,” jelas Ali Zinah.

Selain faktor ekonomi, kondisi keluarga juga menjadi penyebab tingginya angka ATS. Pemerintah desa menyebut sejumlah anak berasal dari keluarga broken home sehingga kehilangan motivasi untuk melanjutkan sekolah.

Untuk mempercepat penanganan, rapat koordinasi lanjutan digelar di Aula Kecamatan Tambak, Selasa (26/5). Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) bersama lintas sektoral menyusun langkah konkret sebelum sistem dapodik kembali dibuka.

“Koordinasi menghasilkan kesepakatan dan kesepahaman mencari solusi konkret penanganan ATS, sehingga dapat tertangani secara riil,” tegas Camat Tambak Edi Suparyono.

Salah satu langkah yang disepakati yakni sekolah swasta dan PKBM segera melakukan identifikasi serta pemetaan ATS. Tujuannya agar proses penyerapan sasaran tidak saling tumpang tindih.

Meski demikian, penanganan ATS masih menghadapi sejumlah kendala lain termasuk persoalan validitas data. Pemerintah bersama lembaga pendidikan kini terus melakukan pendataan dan pendekatan langsung kepada sasaran.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Tambak, Suwagimin, mengatakan pihaknya juga mulai bergerak menindaklanjuti penanganan ATS melalui PKBM yang dimiliki. Langkah itu menjadi bentuk keseriusan membantu anak putus sekolah kembali belajar.

“Kami sudah mempunyai PKBM, sekarang sedang mendaftari sasaran ATS,” kata Suwagimin, Jumat (29/5). ***

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: