Diduga Cemburu, Pemuda di Banjarnegara Aniaya Pelajar hingga Luka Serius
Aparat Polsek Kalibening saat mengamankan S pelaku penganiayaan.-Polsek Kalibening untuk Radarmas-
BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Rasa cemburu berujung kekerasan terjadi di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Seorang pemuda berinisial S alias B (24), ditangkap polisi setelah menganiaya seorang pelajar hingga mengalami luka serius.
Kapolsek Kalibening, Saripin mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (27/3/2026) pukul 09.30, di sebuah bangunan yang belum selesai dibangun, di area kebun kopi belakang SMP Negeri 1 Kalibening, Desa Kalibening.
“Korban bernama BN (20), warga Desa Sikumpul, Kecamatan Kalibening, yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa,” kata Saripin saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).
Kejadian bermula ketika pelaku mencari korban, dan meminta bantuan seorang saksi untuk menunjukkan lokasi rumahnya. Setelah bertemu, korban kemudian diajak menuju sebuah lokasi dengan alasan akan bertemu seseorang.
BACA JUGA:Lagi, Kasus Penganiayaan Melibatkan ODGJ Terjadi di Purbalingga, Dua Korban Terluka di Kepala
Namun setibanya di lokasi, situasi berubah. Pelaku meminta korban meminta maaf pada mertuanya, tetapi kemudian diduga langsung melakukan kekerasan.
“Pelaku memukul korban di bagian ulu hati dan menendang menggunakan lutut,” ujar Saripin.
Korban sempat mencoba melarikan diri, tetapi pelaku mengejar hingga ke area kebun kopi dan tepi sungai di belakang sekolah. Di lokasi itu, korban kembali dipukul berulang kali hingga terjatuh.
Tak berhenti di situ, pelaku juga diduga menginjak korban dan memukul menggunakan galon air. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka lebam di wajah, luka di bagian bibir, dan sempat muntah darah.
BACA JUGA:Alami Gangguan Jiwa, Pelaku Penganiayaan Terhadap Ayahnya Hingga Meninggal Dunia Dirawat di RSJ
Korban sempat mendapat perawatan di PKU Muhammadiyah Kalibening, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Banjarnegara untuk penanganan lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan, polisi menduga aksi kekerasan itu dipicu rasa cemburu. Pelaku diduga tidak terima karena korban menjalin komunikasi dengan istrinya.
Pelaku akhirnya diamankan pada Selasa (31/3/2026) pukul 15.00 di rumah orang tuanya di Desa Joho, Kecamatan Bawang, tanpa perlawanan.
Dalam penanganan kasus ini, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua galon air ukuran lima liter serta satu jaket berwarna putih.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



