Santap "Berkat Mitoni", 36 Warga Pengadegan, Wangon Keracunan
ISTIMEWA KERACUNAN : Warga yang diduga keracunan makanan dibawa ke Puskesmas Wangon. BANYUMAS - Puluhan warga Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, mengalami keracunan, Sabtu (8/2) lalu. Diduga mereka keracunan usai menyantap makanan acara tujuh bulanan (mitoni) di rumah salah satu warga. Mereka langsung dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Informasi yang dihimpun Radarmas, gejala keracunan dirasakan puluhan orang setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam acara tujuh bulanan di salah satu warga Jumat (7/2). Baca Juga : Dua Pengendara Motor Terlindas Bus Wisata di Jalur Baturraden Sajian itu berupa tumpengan berisi nasi, kluban dan makanan lainnya. Namun efek makanan baru terasa setelah 12 jam berikutnya. Puluhan warga tersebut lalu dilarikan ke Puskesmas 1 Wangon pada Sabtu (8/2) sore. "Gejala keracunan muncul setelah pulang dari hajatan. Saya buang air besar terus, demam, gemetar, dan muntah-muntah. Itu bukan saya saja, tetapi banyak yang mengalami hal yang sama," kata Sarwati, salah satu warga yang menjadi korban keracunan di Puskesmas 1 Wangon. Sementara dari data yang dihimpun hingga Sabtu petang ada 25 orang yang dirawat di Puskesmas Wangon 1, delapan orang di RSUD Ajibarang, dan tiga orang di RS An Ni'mah Wangon. Para warga yang dirujuk ke rumah sakit lantaran puskesmas sudah kehabisan tempat. Mengetahui ada keracunan massal, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto langsung menuju ke Puskesmas 1 Wangon, Sabtu petang. Dia melakukan pengecekan ke sejumlah korban yang sebagian dibaringkan di sejumlah kursi ruang tunggu. "Benar puluhan warga telah menjadi korban keracunan yang diduga dari makanan yang disajikan dalam hajatan, sehingga kami segera melakukan langkah pengambilan sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Dari dugaan memang mengarah ke hajatan tersebut," kata Sadiyanto. Baca Juga : Sang Penemu Meninggal Terinfeksi, Corona Berpotensi Lampai SARS Kapolsek Wangon AKP Suprijadi yang dikonfirmasi mengatakan, adat tujuh bulanan di wilayahnya sudah hal umum yang sudah dilakukan masyarakat. "Ya, ini di luar dugaan. Adatnya di sini tujuh bulanan seperti hajatan, para tamu menyumbang nasi dan lauk seperti kluban, rempeyek dan lainnya. Usai prasmanan ini gejala keracunan muncul keesokan harinya," tuturnya. Sementara itu, hingga Minggu (9/2) malam, sebanyak 29 orang masih menjalani perawatan medis. Sebanyak 12 orang dirawat di Puskesmas Wangon 1, RS An-Nimah 4 orang, Puskesmas Jatilawang 6 orang dan sisanya 7 orang di RSUD Ajibarang "Sebenarnya mereka yang masih dirawat gangguan kesehatannya sudah ringan. Hanya karena semua tidak ada yang mau mengambil risiko, sehingga sekalian saja besok, Senin (10/2) kemungkinan sudah bisa dipulangkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas Sadiyanto melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Banyumas, Dwi Mulyanto saat dihubungi Radarmas, Minggu (9/2). (ali/yda/acd)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

