Banner v.2

Upsus Pajale Masih Prioritas Pertanian Banyumas

Upsus Pajale Masih Prioritas Pertanian Banyumas

PURWOKERTO - Salah satu misi Bupati Banyumas, Ir Achmad Husein, khususnya di bidang pertanian, yakni ingin menjadikan Kabupaten Banyumas sebagai lumbung pangan. Memasuki musim hujan kali ini, berbagai upaya dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas untuk menggenjot produksi pertanian di musim tanam I (MT I) ini. Salah satu program Kabupaten Banyumas yang diprioritaskan yakni Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale). Terutama melalui percepatan waktu tanam, khususnya untuk tanaman padi. Saat ini, produksi gabah di Banyumas masih sekitar 350 ribu ton per tahunnya. Namun untuk mencapai target menjadi lumbung pangan, Banyumas minimal harus bisa memaksimalkan produksi pangan hingga 500 ribu ton per tahunnya. Kepala Dinpertan KP Kabupaten Banyumas, Widarso menjelaskan, intensifikasi pertanian terus digenjot hingga saat ini. Salah satunya dengan memaksimalkan lahan yang ada saat ini, namun bisa menghasilkan gabah yang lebih banyak. "Penggunaan produk organik dalam pengolahan lahan hingga pengolahan tanam menjadi penting dalam hal ini," ujarnya. Widarso mengakui, masa panen raya MT I di Banyumas pada tahun ini memang mundur hingga Maret. Namun hal tersebut dikarenakan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Banyumas beberapa waktu terakhir. Sehingga sedikit banyak berpengaruh kepada stok pangan di Banyumas. "Panen raya harusnya Januari lalu. Namun mundur karena faktor cuaca. Meski demikian, stok pangan masih dalam angka yang aman. Untuk mengantisipasi hal serupa, masuk MT I di tahun depan maka upaya percepatan tanam dimaksimalkan agar bisa panen sekitar Januari-Februari 2020 mendatang," tegasnya. Dijelaskan, beberapa wilayah potensi beras yang terdampak cuaca ekstrem di Banyumas, diantaranya Kecamatan Sumpiuh, Tambak, dan beberapa wilayah yang berada di sekitar aliran sungai. "Daerah-daerah itu memang sudah biasa tanam padi lebih dari satu kali dalam satu musim tanam. Sehingga sudah diantisipasi sebelumnya," jelasnya. "Dengan program Upsus Pajale, harapannya semua bisa ditingkatkan, mulai dari produksi padi, jagung, hingga kedelai," imbuh Widarso. (bay)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: