Mobil Listrik Selo: Supercar Buatan Anak Bangsa yang Pernah Menggetarkan Dunia
Mobil Listrik Selo: Supercar Buatan Anak Bangsa yang Pernah Menggetarkan Dunia--
RADARBANYUMAS.CO.ID - Industri otomotif Indonesia pernah mencatat sejarah besar ketika mobil listrik Selo diperkenalkan ke publik pada tahun 2013. Karya ini digagas oleh Ricky Elson bersama timnya, sebagai bukti bahwa anak bangsa mampu menciptakan mobil listrik berteknologi tinggi tanpa bergantung pada produk luar negeri. Selo menjadi ikon ambisi Indonesia untuk menapaki jalan menuju kemandirian teknologi otomotif.
Mobil listrik Selo langsung menarik perhatian karena tampil dengan desain supercar yang futuristik dan gagah. Lekuk bodinya aerodinamis dengan gaya pintu gunting yang mirip Lamborghini, menegaskan bahwa ini bukan sekadar mobil listrik biasa. Saat diperkenalkan, Selo diklaim mampu menempuh jarak hingga 250 kilometer dengan kecepatan maksimum 220 km/jam, performa yang mengesankan untuk sebuah mobil listrik buatan lokal.
Keunggulan desain dan teknologinya membuat Selo sempat diundang tampil di berbagai pameran otomotif, bahkan menarik perhatian dari luar negeri. Sayangnya, perjalanan mobil listrik karya anak bangsa ini tidak berjalan semulus yang diharapkan. Beberapa kendala teknis dan administrasi membuat Selo gagal melangkah ke tahap produksi massal.
Meski demikian, kehadiran Selo menjadi bukti bahwa inovasi otomotif di Indonesia memiliki potensi besar. Dengan sumber daya manusia yang kreatif dan cerdas, proyek ini menandai awal kebangkitan kendaraan ramah lingkungan buatan dalam negeri.
BACA JUGA:Wuling Cloud EV, Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh Capai 460 Km, Cocok Untuk Wilayah Perkotaan
BACA JUGA:Teknologi Nissan Intelligent Mobility di Nissan Leaf 2025, Bikin Berkendara Lebih Mudah
Desain dan Spesifikasi Mobil Listrik Selo
Mobil listrik Selo menggunakan motor listrik berdaya sekitar 182 tenaga kuda (hp) dengan torsi maksimal 130 kW. Baterai lithium-ion menjadi sumber tenaganya, memungkinkan performa tinggi tanpa emisi gas buang. Selain ramah lingkungan, sistem penggeraknya juga dirancang agar efisien dan minim perawatan.
Dari sisi visual, Selo hadir dengan tampilan supercar elegan. Warna kuning terang dan bentuk bodi yang tajam memberikan kesan mewah sekaligus sporty. Desain ini menunjukkan keberanian desainer Indonesia dalam menembus batas estetika mobil listrik.
Kendala dan Gagalnya Produksi Massal
Meski sempat menjadi kebanggaan nasional, mobil listrik Selo tidak lolos menuju tahap produksi besar. Hambatan muncul karena persoalan perizinan dan uji kelayakan salah satunya terkait regulasi emisi yang saat itu belum menyesuaikan dengan kendaraan listrik. Akibatnya, proyek tersebut terhenti di tahap prototipe.
BACA JUGA:Teknologi Nissan Intelligent Mobility di Nissan Leaf 2025, Bikin Berkendara Lebih Mudah
BACA JUGA:Rekor Baru! Mobil Listrik BYD Yangwang U9 Xtreme Melaju Hampir 500 km/jam
Faktor lain seperti keterbatasan infrastruktur pengisian daya, biaya produksi tinggi, dan kurangnya dukungan industri juga memperlambat pengembangan Selo. Padahal, jika proyek ini berlanjut, Selo bisa menjadi pelopor mobil listrik nasional pertama yang siap bersaing dengan produk asing.
Warisan dan Harapan untuk Industri Otomotif Nasional
Walaupun gagal diproduksi massal, Selo tetap meninggalkan jejak penting bagi perkembangan mobil listrik Indonesia. Mobil ini membangkitkan semangat generasi muda untuk terus berinovasi dan memperjuangkan karya lokal di kancah global.
Selo bukan hanya sekadar kendaraan listrik, tetapi simbol keberanian anak bangsa menghadapi tantangan industri modern. Ke depan, jika ada dukungan pemerintah, investor, dan riset yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin mobil listrik seperti Selo akan kembali menggetarkan dunia otomotif kali ini dengan keberhasilan nyata di jalan raya Indonesia.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

