Empat Kecamatan Jadi Pilot Project Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak
Kegiatan fasilitasi pembentukan RPPA.-DinsosdaldukKBP3A Purbalingga untuk Radarmas-
PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Kabupaten Purbalingga segera memliki Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA). Ada empat kecamatan yang menjadi pilot project RPPA, yakni Kaligondang, Bukateja, Kejobong, dan Bobotsari.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinsosdaldukkbp3a Purbalingga, Brianda Astro Diaz menyampaikan terdapat empat pilar Kecamatan Berdaya yang merupakan program Gubenur Jawa Tengah. Empat pilar itu yaitu sport center, bantuan disabilitas-lansia, zilenial, dan RPPA.
"RPPA base nya dari kecamatan. Sinergi pemerintah, masyarakat, puskesmas atau klinik swasta membentuk sekretariat RPPA," jelasnya.
Untuk lokasi kesekretariatan bisa di kantor kecamatan, balai KB atau lainnya. Bentuknya ruangan yang bersekat agar menjaga privasi.
BACA JUGA:Kasus Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Purbalingga Tinggi
"Setiap aduan merupakan privasi, tidak harus soal kekerasan, tetapi konseling keluarga. Contohnya masalah pergaulan anak," lanjutnya.
Layanan diberikan dari tingkat kecamatan secara cuma-cuma. Terdapat tiga layanan dasar di RPPA. Pertama penyuluhan, sosialisasi dan edukasi pencegahan kekerasan. Kedua, respon awal kasus kekerasan. Ketiga, rujakan lintas layanan. Bisa ke Puskesmas, Polres atau ke UPTD PPA.
"Contohnya korban pelecahan, visum sebagai bukti awal harus segera dilakukan. Disini Puskesmas bisa memberikan respon cepat. Supaya visum lebih valid sebagai barang bukti," terang Brianda.
Adapun tenaga yang memberikan pelayanan dari organisasi masyarakat, organisasi wanita, hingga para legal yang ada di kecamatan. Digabungkan untuk melayani masyarakat setempat. Layanan RPPA diberikan gratis.
BACA JUGA:Dinsosdalduk KBP3A Purbalingga Bentuk Forum Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak
"Jadi menyatukan orang-orang berpotensi yang memberikan sosialisasi di satu rumah yakni RPPA," sambungnya.
Karena ini program baru, Brianda mengaku masih meraba alur. Menurutnya karakteristik setiap orang di kecamatan berbeda-beda. Sehingga perlu penyesuaian. Pembentukan sendiri dilakukan pada 20-21 Oktober 2025. Di tanggal 29 Oktober, akan launching Kecamatan Berdaya se-Jawa Tengah.
Meski program baru, Brianda tetap optimis. Apalagi semua informasi mudah didapat, dimulai dari keluarga ke lingkungan. Harapannya RPPA akan berjalan dengan responsif dan menyelesaikan masalah dari tingkat kecamatan. (alw)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

