Banner v.2

Baru 15 Koleksi Museum Soegarda Purbakawatja Miliki Barcode, Digitalisasi Masih Bertahap

Baru 15 Koleksi Museum Soegarda Purbakawatja Miliki Barcode, Digitalisasi Masih Bertahap

Suasana Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja saat ramai pengunjung.-Dok Pengelola Museum-

PURBALINGGA, RADARBANYUMAS.DISWAY.ID - Upaya digitalisasi di Museum Prof. DR. R. Soegarda Purbakawatja terus berjalan, meski masih terbatas. Dari total sekitar 1.200 koleksi, baru 15 koleksi yang kini dilengkapi sistem barcode atau QR code. Hal tersebut guna memudahkan pengunjung mengakses informasi lebih lengkap.

Petugas Pelayanan Museum, Triningsih, mengatakan penggunaan barcode sebagai langkah awal menuju modernisasi layanan museum. Melalui sistem ini, pengunjung dapat memindai kode menggunakan ponsel untuk mendapatkan penjelasan detail koleksi dalam bentuk foto dan audio.

"Setelah barcode dipindai, muncul deskripsi dan suara penjelasan tentang koleksi tersebut. Jadi informasinya lebih lengkap dibanding keterangan tertulis biasa," jelasnya.

Meski baru sebagian kecil koleksi yang sudah terdigitalisasi, Triningsih menyebut proses ini akan dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA:Museum Soegarda Belum Miliki Koleksi Filologi

"Ya, memang baru 15 koleksi. Tapi ke depan kami ingin semuanya dibarcode. Hanya saja, kendalanya ada di keterbatasan anggaran," ungkapnya.

Beberapa koleksi yang sudah memiliki barcode di antaranya batik Naga Tapa, wayang suket, peninggalan Prof. Soegarda, serta koleksi dari zaman prasejarah dan zaman batu.

Ia menambahkan, pembuatan barcode ini merupakan bagian dari program Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat tahun 2023, dengan pelaksanaan oleh pihak ketiga dari Semarang.

"Untuk membuat deskripsinya juga butuh waktu, karena kami harus mencari informasi dari ahli waris atau narasumber yang paham tentang asal-usul koleksi. Itu yang membuat prosesnya tidak bisa cepat," tuturnya.

BACA JUGA:Penambahan Koleksi Museum Daerah Purbalingga Minim

Triningsih berharap, melalui dukungan anggaran di tahun-tahun mendatang, seluruh koleksi museum dapat terdigitalisasi.

"Kalau semua sudah punya barcode, pengunjung bisa mengenal sejarah dan makna tiap koleksi dengan lebih menarik dan interaktif," pungkasnya. (alw)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: